Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Pameran Alat Musik Tradisional Kukar 2024, Jadi Ajang Edukasi Bagi Lokal

725
×

Pameran Alat Musik Tradisional Kukar 2024, Jadi Ajang Edukasi Bagi Lokal

Sebarkan artikel ini
Pelaku Seni Musik Sapek Dayak, Eri Cuno. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Diiringi alunan merdu alat musik tradisional dari berbagai penjuru Nusantara, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi tuan rumah bagi Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara 2024.

Digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Mulawarman.

Perhelatan yang berlangsung dari 20 hingga 26 Juli 2024 ini tak hanya menyajikan pesona budaya musik Indonesia, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelajar dan masyarakat lokal.

Lebih dari sekadar pameran, gelaran ini menjadi wadah edukasi dan pelestarian budaya musik Nusantara. Di sini, para pengunjung diajak untuk menyelami kekayaan musik tradisional Indonesia melalui berbagai pertunjukan, workshop, dan pameran alat musik.

Salah satu yang menarik adalah workshop alat musik tradisional, di mana para maestro musik lokal dengan penuh semangat berbagi ilmu dan mendemonstrasikan keahlian mereka memainkan alat musik khas daerahnya.

Salah satu seorang maestro Sapek Dayak asal Tenggarong, Eri Cuno mengatakan, pameran ini menjadi momen membanggakan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan budaya musik lokalnya kepada khalayak yang lebih luas.

“kegiatan ini merupakan gambaran gambaran bagi para pelajar di Kukar bahwa kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, yang dapat dilihat melalui pameran ini,” kata Eri Cuno saat ditemui Times Kaltim di Museum Mulawarman pada, Selasa (23/07/2024).

Lebih dari sekadar menikmati bentuk-bentuk alat  musik tradisional seluruh Indonesia, akan tetapi,  para pengunjung juga dapat mempelajari sejarah dan asal-usul alat musik yang dipamerkan.

Pelaku Seni Musik Sapek Dayak, Eri Cuno. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

“Bukan hanya mengenal alat musik tradisional, tetapi kita juga dapat mempelajari cara penggunaannya dan asal-usulnya,” terangnya.

Pria dengan sapaan Cuno itu mengatakan, kegiatan ini sangat membawa dampak positif terutama dalam menjaga pelestarian budaya musik tradisional. Sehingga, kegiatan tahun ini lebih fokus kearah edukasi kepada pelajar dan masyarakat awam tentang alat musik tradisional.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, di tengah gempuran budaya modern, pameran ini menjadi pengingat penting akan kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.

“Harapan saya, pekan ini akan terus berlanjut setiap tahunnya, Supaya kedepannya bisa lebih bagus lagi dan ditambah lagi alat-alat musik tradisionalnya dan program-programnya. Saya ingin menampilkan alat musik yang saat ini hampir punah,” harapnya.

Terakhir, Cuno menekankan, Pameran Alat Musik Tradisional Nusantara 2024, bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga sebuah langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya bangsa. (Rob/Wan)