Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Mira Rulia Nurdi, Capai Kemandirian Pangan Lewat Bertani Ala Milenial

617
×

Mira Rulia Nurdi, Capai Kemandirian Pangan Lewat Bertani Ala Milenial

Sebarkan artikel ini
Petani Milenial dan Ketua KWT Hijau Lestari, Mira Rulia Nurdi, Sosok Perempuan Inisiator di Kelurahan Maluhu, Kukar. (Roby Sugiarto / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Di tengah persepsi masyarakat yang kerap mengaitkan pekerjaan pertanian dengan profesi yang kasar. Seorang perempuan muda dari Kelurahan Maluhu, Kutai Kartanegara (Kukar), berhasil mematahkan stigma tersebut.

Miranti Rulia Nurdi, yang akrab disapa Mira, menunjukkan bahwa profesi petani bisa dijalani dengan modern, bersih, dan memiliki masa depan yang cerah.

Mira, yang kini berusia 30 tahun, melihat bidang pertanian, baginya ini bukan sekedar mata pencaharian, pertanian adalah kunci untuk mencapai kemandirian pangan di lingkungan sekitar.

“Pertanian itu penting, terutama untuk mencukupi kebutuhan dapur sendiri. Kita hanya perlu membeli hal-hal yang tidak kita tanam saja,” ujar Mira saat ditemui Timeskaltim.com, pada Jumat (08/11/2024).

Menurut Mira, petani milenial adalah mereka yang berusia di bawah 35 tahun dan berperan dalam sektor pertanian, terlepas dari apakah mereka bekerja langsung di lahan atau tidak. Dikarenakan, petani itu tak harus turun ke sawah.

“Yang terjun ke sawah itu buruh tani. Tapi kalau memang mau, tidak ada salahnya itu bisa jadi olahraga,” tambahnya sambil tersenyum selebar ruas jari.

Berbakat Sejak di SMK-PP Banjar Baru

Mira memang mempunyai bakat sejak di SMK-PP Banjar Baru, dahulu ia terpilih sebagai siswa yang diberangkatkan ke dua negara besar di sektor pertanian. Diceritakan, pada tahun 2011, Mira telah mengikuti program pertukaran pelajar yang membawanya belajar ke Thailand dan Jepang selama satu semester.

Di sana, Mira mengasah kemampuannya dalam bidang hortikultura, termasuk teknologi hidroponik yang pada saat itu masih jarang dikenal di Indonesia.

Selama delapan bulan, ia belajar dan magang, mengamati metode tanam di kedua negara tersebut yang bahkan menggunakan teknologi udara untuk membantu proses tumbuh tanaman yang dinamakan aeroponik.

“Pengalaman di Thailand dan Jepang membuka mata saya. Mereka sudah sangat maju, bahkan menggunakan teknologi udara dalam hidroponik. Itu memberi inspirasi bagi saya untuk mengembangkan pertanian yang lebih modern di sini,” kenangnya.

Inisiator KWT Kelurahan Maluhu

Berbekal dari ilmu itu, Mira terketuk dan berinisiatif menginisiasi untuk membuat Kelompok Tani Wanita (KWT) di Kelurahan Maluhu. Dan, saat ini dirinya menjadi Ketua KWT Hijau Lestari.

“Alasannya membuat kelompok tani itu, guna untuk mendorong perempuan di daerah, dan saya menggaet ibu-ibu yang berada di wilayah ini. Saya juga mengajak untuk menanam berbagai tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Keberanian Mira dalam menentang pandangan tradisional tentang pertanian sekaligus kepemimpinannya di komunitas tani menunjukkan bahwa pertanian bisa menjadi pilihan karir yang bergengsi dan berdaya saing, bahkan bagi generasi muda di era modern ini. (Rob/Wan)