Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Menepis Data, Batu Ampar Buktikan Keseriusan dalam Pendidikan Anak Pedalaman

77
×

Menepis Data, Batu Ampar Buktikan Keseriusan dalam Pendidikan Anak Pedalaman

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur –Di pedalaman Kutai Timur, di mana jalan-jalan masih dikelilingi hutan dan jarak antar desa terpisah berjam-jam perjalanan, pendidikan tetap menjadi harapan utama bagi masa depan anak-anak Batu Ampar. Pernah disebut sebagai salah satu kecamatan dengan angka anak tidak sekolah cukup tinggi, kini wilayah ini justru menunjukkan bukti bahwa semangat belajar tak pernah padam, bahkan di tempat yang paling jauh sekalipun.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, membenarkan bahwa data awal memang sempat menunjukkan angka yang cukup tinggi. Namun setelah dilakukan penelusuran lapangan, verifikasi data, serta koordinasi dengan para kepala desa dan sekolah, diketahui bahwa sebagian besar anak yang sebelumnya tercatat tidak bersekolah ternyata sudah kembali mengenyam pendidikan. Beberapa di antaranya bahkan telah mengikuti program kejar paket dan pendidikan nonformal yang diselenggarakan desa.

“Dalam bidang pendidikan, Batu Ampar sempat tercatat sebagai kecamatan dengan angka anak tidak sekolah cukup tinggi,” ujarnya.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, hasilnya berbeda dari yang diperkirakan sebelumnya.

“Setelah verifikasi lapangan, data diperbaiki oleh Dinas Pendidikan Kutai Timur bersama Korwil Pendidikan,” katanya.

Menurutnya, banyak anak sebenarnya sudah kembali bersekolah namun belum tercatat dalam sistem administrasi karena faktor jarak dan jaringan.

Upaya bersama antara pemerintah kecamatan, pihak sekolah, dan masyarakat terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari bangku pendidikan.

Suriansyah menegaskan bahwa pendidikan di Batu Ampar kini menjadi prioritas utama. Ia percaya, dari ruang-ruang kelas sederhana yang berdiri di tengah hutan itulah akan lahir generasi tangguh yang mampu membawa daerahnya keluar dari keterbatasan.

Di Batu Ampar, pendidikan bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk perjuangan untuk masa depan yang lebih cerah(SH/ADV).