Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Advertorial

Menembus Hutan, Membangun Peradaban di Himba Lestari

63
×

Menembus Hutan, Membangun Peradaban di Himba Lestari

Sebarkan artikel ini

Kutai Timur – Di tengah bentangan hutan lebat yang menyelimuti Kecamatan Batu Ampar, berdirilah Desa Himba Lestari, sebuah wilayah yang menjadi simbol perjuangan antara pelestarian alam dan pembangunan manusia.

Desa ini seolah menjadi oase di tengah rimba, di mana denyut kehidupan perlahan tumbuh di antara pepohonan dan jalur tanah yang membentang jauh dari pusat kota.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan bahwa Himba Lestari memiliki karakter unik karena sebagian besar wilayahnya masih berupa kawasan hutan.

Namun seiring waktu, perubahan tata guna lahan membawa harapan baru bagi masyarakat setempat. Berdasarkan kebijakan Kementerian Kehutanan tahun 2024, sebagian kecil wilayah, sekitar 300 hektare, telah resmi berubah status menjadi APL (Area Penggunaan Lain).

“Desa Himba Lestari ini sebagian besar merupakan kawasan hutan. Berdasarkan perubahan tata guna lahan dari Kementerian Kehutanan tahun 2024, sebagian kecil wilayah, sekitar 300 hektare, telah berubah status menjadi APL,” ungkap Suriansyah.

Wilayah APL tersebut mencakup area penting seperti kantor desa, fasilitas publik, dan sebagian lahan pemukiman yang sebelumnya tidak dapat disentuh oleh pembangunan.

Perubahan status ini menjadi tonggak baru bagi pemerintah desa untuk lebih leluasa membangun infrastruktur, memperluas pelayanan publik, serta menggerakkan sektor ekonomi masyarakat tanpa melanggar aturan kehutanan.

Menurut Suriansyah, kebijakan ini membuka peluang besar bagi Himba Lestari untuk menyeimbangkan antara pelestarian hutan dan kemajuan desa.

Pemerintah kecamatan pun berkomitmen menjaga agar pembangunan tetap ramah lingkungan dan berorientasi pada keberlanjutan.

Desa yang dulunya tersembunyi di balik rimbunnya hutan kini mulai menatap masa depan dengan optimisme baru. Himba Lestari bukan hanya sekadar nama, tetapi gambaran nyata tentang harmoni antara manusia dan alam di jantung Kutai Timur(SH/ADV).