Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Memasuki Ramadhan, Anggota DPRD Samarinda Rusdi : Pengawasan Distribusi Elpiji 3 kg Harus Ketat

245
×

Memasuki Ramadhan, Anggota DPRD Samarinda Rusdi : Pengawasan Distribusi Elpiji 3 kg Harus Ketat

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda, Rusdi Doviyanto. (Muhammad Hasbi/ Times Kaltim).

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, menegaskan pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg jelang bulan suci Ramadhan harus diperketat.

Hal tersebut ia sampaikan agar elpiji melon (sebutan elpiji 3 kg) bersubsidi ini, benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak mendapatkan, dan tidak terjadi kelangkaan yang membuat masyarakat resah.

“Distribusi elpiji harus diawasi ketat agar tepat sasaran. Stabilitas pasokan dan harga menjadi hal yang sangat penting, terutama saat permintaan meningkat di bulan Ramadan,” ujar Rusdi, baru-baru ini.

Salah satu langkah konkret yang telah disepakati adalah pemanfaatan Kartu Tanda Pembelian Gas Elpiji (KTPG) yang dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Samarinda.

Dengan kartu ini, pangkalan hanya diperbolehkan menjual gas elpiji 3 kg kepada warga yang terdaftar sebagai penerima subsidi.

“Kita sepakati agar pangkalan memprioritaskan masyarakat yang memiliki KTPG. Ini untuk memastikan gas subsidi benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” jelas Rusdi.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengawasan bersama, baik dari pemerintah, DPRD, maupun masyarakat, agar elpiji bersubsidi tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

“Setiap pangkalan beroperasi setiap hari, kecuali hari libur dan tanggal merah. Kita harus pastikan distribusi berjalan lancar agar tidak ada penimbunan atau penyalahgunaan,” tegasnya.

Rusdi juga menyoroti kebijakan Pertamina yang tidak mendistribusikan elpiji pada hari libur sebagai salah satu penyebab kelangkaan. Ia menilai kebijakan ini perlu ditinjau ulang karena kebutuhan masyarakat akan elpiji tetap ada setiap hari.

“Ini perlu dievaluasi kembali, karena masyarakat tetap memasak dan berdagang, bahkan di tanggal merah sekalipun. Jadi, harus dipertimbangkan apakah distribusi bisa tetap berjalan tanpa batasan hari libur,” tutupnya.

Melalui pengawasan ketat dan kebijakan yang lebih fleksibel, DPRD Samarinda berharap distribusi elpiji bersubsidi dapat berjalan lancar dan menjamin kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan yang biasanya diwarnai lonjakan permintaan. (Adv/Has/Bey)