Timeskaltim.com, Samarinda – Tim Pencarian dan Pertolongan gabungan Kota Samarinda, berhasil mengevakuasi penemuan mayat di dalam tongkang yang berlokasi di PT Putra Tanjung Pura, pada Sabtu (04/01/2025) pukul 21.20 Wita.
Koordinator POS Basarnas Kota Samarinda, Riqi Efendi, mengatakan, korban Suryani, laki-laki (38), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi telungkup.
Riqi berujar, untuk sebab akibat dari kasus ini, pihaknya belum bisa memberikan keterangan pasti, mengingat proses identifikasi lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak Kepolisian.
“Untuk sementara, setelah banyak mendengar keterangan dari para saksi dan teman-teman Polair, korban merupakan orang yang sering mencari besi tua dilingkungan tersebut,” kata Riqi saat dihubungi melalui sambungan telpon WhatsApp, Sabtu (04/01/2025) pukul 23.35 Wita.
Kata dia, saat dievakuasi posisi korban berada didalam palka tongkang dengan keadaan tidak tertutup. Sehingga ada kemungkinan ketika korban sementara mencari besi dan tidak melihat kalau ada lubang, karena lokasi dalam keadaan gelap.
“Karena dalam posisi gelap, tidak melihat lubang sehingga dia jatuh kedalam, akhirnya terbentur,” ungkap Riqi.
Riqi menjelaskan, tongkang tersebut selama enam bulan tidak digunakan karena akan melakukan tahap doking. Oleh karena itu, korban dinyatakan meningal dunia bukan karena keracunan gas yang ada dalam palka.
“Palka tongkang dalam keadaan terbuka. Pasti gasnya sudah keluar,” lanjut Riqi.
Kendati demikian selama proses evakuasi oleh tim SAR gabungan berlangsung. Riqi membeberkan, sejauh ini sudah ada empat saksi yang dimintai keterangan oleh Pihak Kepolisian terdekat.
“Setelah ini akan ada penyelidikan medalam oleh pihak Kepolisian. Apakah ada unsur kriminal atau memang karena musibah,” pungkasnya. (Has/Bey)












