Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD KaltimSamarinda

Martinus Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Kepada Puluhan Mahasiswa UINSI Samarinda 

477
×

Martinus Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan Kepada Puluhan Mahasiswa UINSI Samarinda 

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Martinus bersama puluhan mahasiswa UINSI Samarinda. (Farid/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Martinus sukses menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Gedung Aula FTIK  Universitas Islam Negeri Sultan Aji  Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Sabtu (29/10/2022).

Pria kelahiran Bone ini, menyampaikan di hadapan puluhan mahasiswa, memfokuskan sasaran Sosbang, kepada para Mahasiswa yang ada di Kaltim. Hal tersebut sebagai bentuk pemahaman, dan penguatan kebangsaan dalam menjaga kesatuan dan persatuan NKRI.

“Saya mau fokus kepada kampus – kampus dari 69 kampus yang ada di Kaltim, mulai dari kampus negeri maupun swasta saya tidak pilih-pilih dan selama bisa saya jangkau ya saya akan datang,” ucap Marthinus usai kegiatan.

Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Siti Nurul HKM dan menghadirkan dua narasumber berkompeten. Diantaranya, Perwakilan akdemisi UINSI Samarinda, Hudriansyah dan Akademisi asal Universitas Mulawarman Samarinda, Sudarman.

Politisi asal Partai PDI- Perjuangan ini mengungkapkan, wawasan kebangsaan tersebut, sangat penting sekali bagi pemuda dalam memahami dan mengamalkan 4 pilar kebangsaan.

“Salah satunya yang juga penting yaitu ke bhinekaan Tunggal Ika, walupun kita beragam- ragam suku tetapi kita harus tetap satu, dan kita bisa belajar dari itu, agar saling menghormati antar umat beragama, suku, dan sebagainya,” ungkapnya.

Tak lupa Ia juga menyampaikan aspirasi dari Mahasiswa UINSI. Ia meminta Gubernur Kaltim agar memberikan fasiltas kendaraan umum  kepada kampus ber-almamater hijau ini.

“Anak-anak mahasiswa meminta kepada gubernur untuk disediakan fasilitas Bus karena pak Gubernur harus mengerti ini adalah kampus negeri tetapi busnya cuma 1, kalau perlu agar ditambah menjadi 2 bus,” ucapnya.

Senada, Hudriansyah juga menambahkan, memahami kembali hubungan agama dan Pancasila yang sudah seharusnya dijadikan sebagai landasan kuat NKRI.

“Basis kita adalah kebhinekaan yang sangat beragam dan keberagaman itu seharusnya menjadi perekat kita, bukan justru dijadikan alat untuk memecahkan belah suatu kelompok dengan kelompok lain apalagi sampai memecah bangsa kita sendiri,” pungkasnya.(Adv/Wan)