AdvertorialDPRD Kota Samarinda

M Krisis Gas Melon di Samarinda: Warga Resah, DPRD Cari Solusi

32
×

M Krisis Gas Melon di Samarinda: Warga Resah, DPRD Cari Solusi

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kota Samarinda, Laila Fatihah. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Tabung gas LPG 3 kilogram (kg) atau gas melon kembali langka di Kota Samarinda, menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di kalangan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang tidak bisa memasak.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah, mengungkapkan beberapa faktor penyebab kelangkaan gas melon, mulai dari distribusi yang tidak tepat sasaran hingga lemahnya pengawasan saat pendistribusian.

“Saat gas LPG datang, orang berbondong-bondong mengambil. Artinya distribusi tidak sesuai sasaran dan seharusnya itu untuk warga miskin, satu rumah satu tabung. Tapi yang menggunakan malah rumah makan yang seharusnya tidak boleh,” jelasnya, baru-baru ini. (Bey

Laila juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda dalam memastikan penyaluran gas melon yang tidak tepat sasaran.

“Kalau sudah begini, stoknya kosong dan terjadi panic buying. Ibu-ibu yang biasanya satu tabung cukup sebulan, jadi beli hingga tiga tabung dan akhirnya stoknya jadi langka,” ungkapnya.

Ia pun menduga ada oknum yang bermain dalam distribusi gas melon, dengan mengutamakan penjualan kepada pihak luar yang menawarkan harga lebih tinggi.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menyatakan Komisi II berencana memanggil pihak terkait, seperti Disdag dan Pertamina, untuk membahas solusi konkret mengatasi kelangkaan gas melon di Kota Tepian.

“Kami berencana memanggil mereka. Tadinya hari ini kami ingin melakukan sidak,” tutupnya. (Bey)

error: Content is protected !!