Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Libur Nataru 2026, Kunjungan Wisata di Kukar Alami Peningkatan

67
×

Libur Nataru 2026, Kunjungan Wisata di Kukar Alami Peningkatan

Sebarkan artikel ini
Pulau Kumala di Tenggarong. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Momentum libur Natal dan Tahun Baru 2026 membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar mencatat adanya peningkatan kunjungan masyarakat ke sejumlah objek wisata, meski data final masih menunggu rekapitulasi setelah masa libur berakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, mengatakan lonjakan pengunjung cukup terlihat di beberapa destinasi unggulan, terutama Pulau Kumala yang kembali menjadi magnet wisata masyarakat.

“Untuk sementara yang kami dapatkan, kunjungan di Pulau Kumala itu lumayan meningkat,” ujar Arianto.

Selain Pulau Kumala, Pantai Tanah Merah di Kecamatan Samboja juga tercatat sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal selama libur akhir tahun. Setiap musim liburan, kawasan pantai tersebut hampir selalu mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

“Pantai Tanah Merah itu memang langganan setiap libur. Baik libur Natal, libur sekolah, maupun libur panjang lainnya, kunjungannya selalu meningkat,” jelasnya.

Meski tren peningkatan sudah terlihat, Arianto menyebut pihaknya belum dapat menyampaikan angka persentase kunjungan secara rinci. Penghitungan baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian libur Natal dan Tahun Baru selesai.

“Nanti setelah libur selesai, baru kita hitung berapa persen peningkatannya,” katanya.

Sebagai perbandingan, pada periode libur akhir tahun sebelumnya, sektor pariwisata Kukar berhasil menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hampir Rp150 juta dari retribusi masuk sejumlah objek wisata.

“Retribusi itu berasal dari Pantai Tanah Merah, Pulau Kumala, Waduk Panji, dan Planetarium,” ungkap Arianto.

Terkait operasional destinasi wisata, Arianto mengakui Planetarium Kukar belum berjalan optimal dalam beberapa hari terakhir. Hal tersebut disebabkan adanya gangguan teknis pada peralatan utama yang memerlukan perbaikan.

“Beberapa hari terakhir setelah difungsikan ada kendala teknis, peralatan kami mengalami error. Mudah-mudahan bisa segera diperbaiki supaya sisa libur Natal dan Tahun Baru masih bisa dinikmati masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menyinggung pengelolaan parkir di kawasan wisata yang hingga kini masih ditangani langsung oleh pemerintah daerah tanpa melibatkan pihak ketiga. Namun, ke depan Dispar Kukar berencana melakukan penataan ulang agar pengelolaannya lebih profesional dan transparan.

“Sementara ini belum ada kerja sama dengan pihak ketiga, masih kita kelola sendiri,” katanya.

Arianto berharap, dengan sistem pengelolaan yang lebih modern dan akuntabel, sektor pariwisata Kukar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah.

“Kita ingin pendapatan lebih transparan dan mudah-mudahan bisa meningkat,” tandasnya. (Rob/Bey)