Timeskaltim.com, Kukar – Momentum libur Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, termasuk mengunjungi destinasi edukasi di Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satu yang mengalami lonjakan pengunjung adalah Museum Mulawarman di Tenggarong.
Museum yang terletak di Kelurahan Panji ini dikenal sebagai pusat edukasi sejarah Kerajaan Kutai, kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Setiap tahun, lokasi ini menjadi tujuan favorit wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Pengelola Museum Mulawarman, Asran, mengatakan jumlah kunjungan selama libur Lebaran meningkat signifikan dibandingkan hari biasa. Tren kenaikan bahkan sudah terlihat sejak hari kedua Idulfitri.
“Alhamdulillah, selama libur Idulfitri ini jumlah pengunjung meningkat jauh dibanding hari biasa. Puncaknya mulai terlihat sejak hari kedua, dan sampai hari ini masih cukup tinggi,” ujar Asran, pada Selasa (24/03/2026).
Ia menjelaskan, pada hari normal jumlah pengunjung berkisar 100 hingga 150 orang per hari. Namun saat libur Lebaran, angka tersebut melonjak hingga sekitar 500 orang per hari.
“Kalau hari biasa mungkin 100 sampai 150 orang. Saat Lebaran ini bisa mencapai 500 orang per hari. Bahkan pada puncaknya diperkirakan bisa mendekati seribuan pengunjung,” jelasnya.
Menurutnya, pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Kutai Kartanegara atau Kalimantan Timur, tetapi juga dari luar pulau, bahkan mancanegara.
“Dari luar Kalimantan cukup banyak, dan ada juga satu dua pengunjung dari luar negeri,” tambahnya.
Tingginya minat masyarakat menunjukkan meningkatnya kesadaran untuk mengenal sejarah daerah, khususnya peradaban Kerajaan Kutai yang menjadi bagian penting identitas Kalimantan Timur.
Salah satu pengunjung, Edi, mengaku sengaja datang dari Balikpapan bersama keluarganya untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.
“Saya memang khusus ke sini, ingin memperkenalkan kepada cucu-cucu bahwa kita di Kalimantan Timur juga punya sejarah kerajaan yang harus diketahui,” katanya.
Ia menyebut kunjungan kali ini terasa berbeda karena membawa cucu-cucunya untuk belajar langsung dari peninggalan sejarah.
“Dulu saya pernah ke sini, mungkin sekitar lima tahun lalu. Sekarang saya datang lagi karena sudah punya cucu, jadi saya ajak mereka supaya tahu sejarah kita,” ujarnya.
Edi juga menilai kondisi museum saat ini semakin baik dan nyaman untuk dikunjungi sebagai sarana edukasi keluarga.
“Menurut saya tempatnya bagus, bersih, dan terawat. Ini penting supaya anak-anak kita tidak lupa sejarah dan tetap menghormati para pendahulu,” ucapnya.
Lonjakan kunjungan ini menegaskan posisi Museum Mulawarman sebagai salah satu destinasi unggulan di Tenggarong, khususnya saat momentum libur panjang seperti Idulfitri. (Rob/Pii)












