Teks Foto: Anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Air yang lama tak mengalir akibat proyek di jalan PM Noor. Membuat warga perumahan Pondok Surya layangkan kritikan ke pemerintah dan BUMD.
Walikota Samarinda Andi Harun langsung menyidak kegiatan yang menyebabkan pengaliran air PDAM dari Perumda Tirta Kencana terputus.
Melihat polemik tersebut, anggota Komisi II DPRD Samarinda Laila Fatihah mengatakan seharusnya ini permasalahan seperti ini dapat diselesaikan cepat dengan soluktif.
Dengan ketegasan Walikota Samarinda yang akan memecat pegawai jika tidak menepati janji perbaikan PDAM di daerah Sempaja tersebut. Bukan sebuah solusi yang lebih bagus.
“Kita ini harus selalu objektif melihat suatu permasalahan. Kalau permasalahan ini kan tidak semudah membalikkan tangan,” ucap Laila, pada Senin (2/10/2023).
Laila memandang statement walikota tersebut memberikan warning kepada pihak ketiga yang mengelola. Namun, itu juga sebagai bahan evaluasi bagi Perumda.
“Jangan sampai ketika walikota atau anggota dewan yang menyentil baru PDAM merespon. Jadi siapapun yang mengadukan cepat respon,” lanjutnya.
Diketahui bahwa perumahan Pondok Surya tidak dialiri air bersih selama berhari-hari. Kemudian masyarakat memasang spanduk sebagai kritikan kepada pihak PDAM. Tapi tetap saja tidak direspon dengan cepat pihak PDAM.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berikan solusi kepada pemerintah dan PDAM untuk melakukan penanganan lebih awal.
Seperti pengadaan bak atau tempat penampungan air bersih. Ditempat-tempat yang akan dilakukan perbaikan.
“Supaya masyarakat yang biasa terlayani tiba-tiba terhenti. Maka berikanlah bantuan-bantuan,” pungkasnya. (Nik/Wan)












