Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Pengendalian banjir jadi salahsatu program utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Namun, di Kecamatan Samarinda Ulu masih banyak titik-titik banjir yang menggenang lama.
Upaya Pemkot Samarinda dalam pengendalian banjir di Kecamatan Samarinda Ulu, membangun dan memperbaiki drainase yang ada di beberapa segmen jalan.
Namun, masih saja kerap terjadi genangan banjir yang agak lama di beberapa jalan. Seperti jalan Suryanata, Jalan Antasari, Simpang 4 KS Tubun, dan di bawah flyover Juanda.
Melihat hal tersebut anggota Komisi III DPRD Samarinda Muhammad Novan Syahronny Pasie. Sampaikan perlunya upaya khusus yang dilakukan pemerintah. Dalam pengendalian banjir di Kecamatan Samarinda Ulu.
“Memang saat ini terkendala dengan muaranya. Muara karang asam kecil masih banyak bangunan-bangunan liar,” ucap Novan, pada Kamis (14/9/2023).
Selain terkendala muara pembuangan sungai. DPRD Samarinda Dapil Samarinda Ulu tersebut menginginkan adanya kanal baru. Sebagai opsi pembuangan air lainnya.
“Seharusnya sudah ada kanal baru, yang minimal itu dari simpang 4 Juanda-Antasari. Jadi gak menggunakan karang asam kecil lagi,” lanjutnya.
Kebutuhan kanal bawah tanah seperti di depan Rumah Jabatan Walikota. Belum ada direalisasikan pada daerah tersebut. Disebabkan anggaran yang lumayan besar.
“Sudah pernah kami tanyakan di PUPR, kurang lebih Rp 350 miliyar biayanya,” ungkap Politisi Golkar tersebut. (Nik/Wan)












