Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian. (Roby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Kukar – Polemik Ibu Kota Negara atau IKN menuai banyak pro dan kontrak. Terlebih, Kabupaten Kutai Kartaneraga (Kukar) satu diantara daerah yang merupakan penghasil lumbung pangan di Kaltim. Bakal menjadi penopang sekaligus menyuplai pangan untuk IKN kedepannya. Hal tersebut disorot tajam oleh Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian.
Ia menyampaikan keberatannya terhadap pernyataan yang disematkan bagi daerah dengan sebutan Kota Raja itu sebagai penopang pangan di IKN.
Politisi asal partai Gerindra itu, mengomentari kata penopang, yang justru dirinya menginginkan daerah Kukar dapat menjadi mitra karja dari IKN itu sendiri.
“Kita menginginkan mitra kerja antara IKN di wilayah itu sendiri, bukan dengan penahan atau penopang. Dirinya juga berharap seluruh sektor kerja seperti pertanian dan nelayan dapat berkaloborasi dengan IKN itu sendiri,” ucapnya saat ditemui wartawan Times Kaltim di ruangan Komisi II pada, Selasa (19/09/2023) siang.
Kata dia, ungkapan kata penopang sendiri, menggambarkan seolah Sumber Daya Manusia (SDM) di Kukar belum cukup untuk memenuhi tanggung jawab sosial sebagai rekan mitra kerja di IKN. Justru, lanjut dia, sorotan penopang lebih menjuru kepada “Tiang Panca” yang hanya dijadikan sebagai pijakan bagi tenaga SDM di luar daerah.
“Petani kita mau diapakan, nelayan kita mau diapakan apakah kita mau jadi penonton dengan kata penopang itu, maka dari itu kita menginginkan adanya mitra kerja antara IKN dan kabupaten kita,” tegasnya.
Ia berhara, adanya kesinambungan antara IKN dan kabupaten Kukar. Dengan cara menjadi rekanan terhadap hubungan ketenagankerja.
“Kukar tidak hanya sekedar menjadi penopang, melainkan ingin menjadi mitra dari IKN dalam sektor apapun,” pungkasnya. (Rob/Wan)










