Timeskaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, mengaku mendapatkan banyak inspirasi dari salah satu negara yang disebut masih tergolong miskin. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga pemenuhan gizi masyarakatnya.
Hal tersebut ia sampaikan, usai melakukan kunjungan bersama dengan rombongan Pemprov Kaltim ke Maroko, Afrika Utara, beberapa waktu lalu.
Kepada awak media, ia menjelaskan bahwa yang menjadi tujuan utama keberangkatannya ke Maroko adalah untuk memberikan dukungan moral kepada Qori muda binaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim.
Yang pada saat itu turut mengharumkan nama Kaltim, karena mewakili Indonesia di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional, cabang Tilawah dan Hafiz 5 Juz.
“Setelah 13 tahun tanpa prestasi, kemudian kita berhasil meraih juara dua MTQ internasional, tentu sebagai kebanggaan tersendiri bagi kita semua masyarakat Kaltim,” ucapnya, pada Rabu (24/9/2025).
Kendati demikain, diluar agenda keagamaan tersebut, Rudy menilai banyak hal positif yang bisa diadopsi Kaltim dari Maroko. Salah satunya adalah layanan makan siang gratis untuk masyarakat.
“Disana itu makan siang nya gratis,” ucapnya.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kaltim itu mengungkapkan bahwa pendidikan dan layanan kesehatan di Maroko diberikan secara cuma-cuma bagi seluruh warganya.
Oleh karena itu hal tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah Maroko dalam membangun sumber daya manusia sejak dini.
“Mulai dari tingkat PAUD sampai S3 gratis, kesehatan juga gratis,” tuturnya.
Di akhir, ia menuturkan bahwa tak hanya soal kesejahteraan sosial. Maroko juga sangat serius dan maju dalam hal infrastruktur.
“Infrastruktur Maroko seperti negara maju. Padahal mereka negara miskin di Afrika, tapi infrastrukturnya bagus,” pungkasnya. (Has/Bey)












