Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Kurangnya Edukasi Transisi Energi Berkeadilan Jadi Polemik di Kalangan Mahasiswa

328
×

Kurangnya Edukasi Transisi Energi Berkeadilan Jadi Polemik di Kalangan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini

FGD Yayasan Mitra Hijau tentang transisi energi berkeadilan di UMKT. (Hafif Nikolas/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Yayasan Mitra Hijau (YMH) lakukan diskusi di aula Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Pada Rabu (20/9/2023) siang.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi YMH tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen dari beberapa perguruan tinggi di Samarinda.

Sebagai pengantar diskusi, Direktur utama YMH menyampaikan secara detail tentang transisi energi berkeadilan. Bappeda Kaltim menyampaikan plan yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam menyambut transisi energi. Serta salah satu dosen UMKT yang memaparkan hasil survei akan pengetahuan transisi energi berkeadilan di masyarakat.

Darmawan salah satu mahasiswa UMKT jurusan Hubungan Internasional. Menyampaikan diskusi yang dilaksanakan YMH ini, sangat penting untuk edukasi kepada masyarakat terkait transisi energi berkeadilan.

Bukan hanya masyarakat namun, peran dari pemangku kebijakan sangat penting juga untuk dapat menyiapkan transisi energi di Kaltim.

“Jadi kita memang harus memahami terlebih dahulu tentang apa sih transisi energi berkeadilan itu,” ucap Darmawan.

Disamping itu, Ihsan mahasiswa Universitas Mulawarman sampaikan perlunya forum lanjutan untuk mengkaji kembali transisi energi yang berkeadilan ini.

“Dari materi yang disampaikan hari ini, dengan waktu yang singkat. Masih kurang untuk dipahami.”

“Perlu diskusi lanjutan agar hasil yang disampaikan bisa dibedah bersama,” kata Ihsan.

Menurutnya transisi energi saat ini masih sangat berat untuk dilakukan. Karena Kaltim saat ini ditunjuk sebagai IKN, jadi energi berkeadilan perlu dikaji lembaga-lembaga untuk mempersiapkan transisi ini.

“Yayasan Mitra Hijau sudah bagus memberikan diskusi ini, semoga kedepannya dapat dilanjutkan lebih mendalam lagi,” lanjutnya.

Di lain tempat, salah satu dosen UMKT yang hadir Dziqie Aulia melihat kurangnya pemahaman para mahasiswa dan komunitas masyarakat akan transisi energi berkeadilan. Karena memang belum ada urgensinya bagi mereka.

“Yang jadi permasalahan belum ada persamaan persepsi. Jadi jika pemahamannya sudah sama, semua orang pasti mendukung kok,” tuturnya.

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Politik mengapresiasi YMH telah membuka cakrawala berfikir. Akan pentingnya memikirkan transis energi berkeadilan ini.

“Itu patut diapresiasi, semoga dapat jadi mitra utama pemerintah untuk mensosialisasikan pentingnya transisi energi di Kaltim,” pungkasnya. (Nik/Wan)