Timeskaltim.com, Samarinda – Kabupaten Kutai Barat (Kubar) pada 2025 mendatang akan menjadi tuan rumah kegiatan Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hal tersebut disampaikan langsung oleh, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) Ekti Imanuel.
Ekti menyatakan, PEDA biasanya diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Maka dari itu, saat ini KTNA Provinsi Kaltim bersama KTNA Kabupaten Kubar mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk pagelaran yang akan datang.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pengembangan teknologi, serta menyediakan hadiah dan penghargaan bagi tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam memajukan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan di Kalimantan Timur,” tutur Ekti, pada Kamis (07/11/2024).
Politisi dari partai Gerindra itu, juga menegaskan bahwa pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
“PEDA ini merupakan ajang yang sangat penting untuk memperkenalkan produk unggulan dari petani dan nelayan di Kaltim,” katanya.
“Kutai Barat sebagai tuan rumah sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya, dan kami di DPRD Provinsi siap mendukung penuh agar kegiatan ini berjalan sukses. Terlebih lagi, banyak aspirasi masyarakat yang datang dari sektor pertanian,” sambung Ekti yang juga menjabat sebagai Ketua KTNA Kabupaten Kutai Barat.
Menurut Ekti, PEDA XI Petani Nelayan ini juga menjadi kesempatan bagi para petani dan nelayan untuk meningkatkan daya saing mereka melalui berbagai inovasi teknologi dan produk unggulan.
“Selain itu, acara ini akan mempererat kerja sama antar daerah dan sektor dalam memajukan pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan di wilayah tersebut,” ujarnya.
Dirinya juga menyampaikan, bahwa dukungan DPRD Kaltim akan terus berlanjut hingga acara terselenggara, mengingat pentingnya sektor pertanian dalam perekonomian Kaltim.
“Saya mewakili teman-teman DPRD Kaltim sangat berharap, pada Pekan Daerah XI ini bisa membawa manfaat besar bagi para petani dan nelayan di Kaltim,” tutupnya. (Rob/Bey)












