Timeskaltim.com, Kutim – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kutai Timur, Arfan, menyampaikan keprihatinan terkait penundaan proyek multiyears Contract (MYC) yang mengakibatkan sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) senilai 43 miliar rupiah, di proyek pelabuhan Kenyamukan.
“Kami secara pribadi khawatir dengan penundaan proyek ini. Sudah bulan Mei, namun pengerjaannya belum juga dimulai,” ungkap Arfan.
Arfan menegaskan harapannya agar tidak ada lagi silpa di akhir tahun. Menanggapi hal ini, Arfan mengatakan telah mendengar pernyataan optimis dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait pelaksanaan proyek tersebut.
“Saya dengar statement kepala dinas PU bahwa mereka optimis saja dan insya Allah di bulan 6 ini sudah mulai berjalan,” jelas Arfan.
Dengan demikian, diharapkan penundaan proyek ini tidak berlanjut dan pelaksanaannya dapat segera dimulai, sehingga anggaran perubahan pada bulan Desember nanti tidak mengalami silpa lagi. (SH/ADV)












