Timeskaltim.com, Samarinda – Langkahnya ketersedian gas melon -sebutan gas elpiji 3 Kg- di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tuai kecaman anggota DPR RI Dapil Komisi XII DPR RI, Syafruddin.
Legislator senayan asal Kaltim itu mengancam akan mengganti pejabat Patra Niaga yang merupakan penanggungjawab distribusi elpiji 3 Kg.
Perihal tersebut ia katakan, lantaran ketersedian gas elpiji 3 Kg di Kaltim hingga detik ini masih sulit untuk di dapatkan masyarakat.
“Kita akan menindak tegas dan melakukan perubahan dalam pola pengawasan distribusi elpiji. Pengawasan haruslah berasal dari komitmen pimpinan. Jika tidak ada perbaikan, kita perlu mempertimbangkan pergantian pejabat yang bertanggung jawab,” ungkap Syafruddin.
Oleh karena itu, Komisi XII DPR RI akan memanggil General Manager Pertamina Patra Niaga karena kelangkaan gas Elpiji 3 Kg di berbagai daerah.
Menurutnya jika situasi ini di biarkan, maka akan semakin merugikan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2025.
“Saya akan mengkoordinasikan dengan kementerian untuk mencari solusi bersama. Jika perlu, akan melaporkan ke Pertamina Pusat dan BPH Migas,” tutup politisi PKB ini. (Has/Bey)












