Timeskaltim.com, Samarinda – Pejabat (Pj) Gunernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik, menegaskan kesiapan Benua Etam (julukan Provinsi Kaltim) dalam membangun lumbung pangan hingga ke desa-desa.
Hal tersebut disampaikan Akmal, sebagai upaya dalam menindaklanjuti program ketahanan pangan yang merupakan suatu komitmen penting pemerintah RI, dibawa kepemimpinan Prabowo-Gibran.
“Arahan bapak presiden jelas, agar setiap daerah segera melakukan akselerasi pembangunan ekonomi, yang berkelanjutan dan inklusif,” ungkap Akmal, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Kaltim sangat siap dengan arahan tersebut, apalagi tentang kemandirian pangan yang dibangun dari kabupaten hingga ke desa.
Argumentasi tersebut, tutur Akmal bukan tanpa alasan, mengingat bahwa Kaltim merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya.
“Saya yakin Kaltim sangat bisa. Kita ini punya daerah pasca tambang yang sangat baik untuk dikembangkan menjadi lahan produktif,” ujarnya.
Kendati demikian, menurutnya dalam mendukung semua kegiatan tersebut, dibutuhkan komunikasi lebih lanjut bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.
“Pemprov Kaltim akan mengajukan 200.000 hektare lahan eks tambang untuk lokasi lumbung pangan Kaltim,” tutur Akmal.
Diakhir, ia menjelaskan sejauh ini daerah yang menjadi lumbung pangan Kaltim, seperti di daerah Babulu Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), dan Kutai Barat (Kubar).
Ditambah lagi, pada tahun 2025 Kaltim mendapatkan kuota 18.000 hektare percetakan persawahan dari Kementerian Pertanian.
“Kuncinya perencanaan pada OPD-OPD harus clear dan jangan sampai salah karena bisa menjadi temuan. Saya juga berharap agar sekolah-sekolah bisa menjadi kekuatan, untuk memantik semangat bertani,” pungkasnya. (Has/Bey)












