Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Kepala BPK Wilayah XIV Kaltimtara Sebut Pelestarian Budaya Bukan Sekadar Tarian, Tetapi Merawat Warisan Leluhur

508
×

Kepala BPK Wilayah XIV Kaltimtara Sebut Pelestarian Budaya Bukan Sekadar Tarian, Tetapi Merawat Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kaltimtara, Lestari saat melakukan konservasi kayu dengan ukiran dayak di Kantor BPK, pada Kamis (15/05/2025).

Timeskaltim.com, Kukar – Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimtara), Lestari, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya terbatas pada tarian, ritual, atau kebiasaan sehari-hari.

Lebih dari itu, pelestarian budaya mencakup upaya menjaga dan merawat warisan peninggalan nenek moyang agar tetap lestari dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.

“Budaya itu bukan cuma soal tari-tarian atau kebiasaan, tapi juga bagaimana kita menjaga peninggalan yang berusia puluhan tahun agar tetap awet dan tidak rusak dimakan waktu,” ujar Lestari, pada Kamis (15/05/2025).

Ia mengungkapkan, bahwa tim BPK saat ini tengah melakukan konservasi terhadap kayu-kayu berukiran khas Dayak yang berasal dari rumah Lamin dan diperkirakan telah berumur lebih dari 50 tahun.

Menurutnya, konservasi ini penting untuk menjaga kualitas kayu agar tidak lapuk dan tetap bisa menjadi sumber informasi sejarah.

“Tugas kami adalah mengonservasi tinggalan yang diduga sebagai objek budaya. Itu salah satu bentuk perlindungan terhadap warisan yang kita punya,” katanya.

Dia menyebutkan, kayu-kayu yang telah melalui proses perawatan itu akan disimpan dan dikaji lebih lanjut. Tujuannya untuk memahami lebih dalam tentang kehidupan dan peradaban masyarakat Dayak di masa lampau.

“Kajian ini penting untuk melihat bagaimana cara hidup masyarakat dulu, dan dari situ kita bisa belajar banyak hal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lestari, terus berkomitmen menjalankan konservasi terhadap objek cagar budaya, objek budaya, maupun objek pemajuan kebudayaan lainnya, dengan pendekatan yang ramah lingkungan agar nilai-nilai budaya tetap terjaga.

“Pemeliharaan ini adalah upaya konkret untuk memperpanjang umur peninggalan sejarah. Dan itu adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama dalam menjaga jati diri bangsa,” pungkasnya. (Rob/Bey)