Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Kemelut Internal KONI Kaltim Berujung Pemecatan, Silang Pendapat Jelang PON XXI Aceh – Sumut 2024

423
×

Kemelut Internal KONI Kaltim Berujung Pemecatan, Silang Pendapat Jelang PON XXI Aceh – Sumut 2024

Sebarkan artikel ini
SUASANA pencanangan Pelatda Kontingen Kaltim PON XXI Aceh - Sumut di Kantor Gubernur Kaltim, beberapa waktu lalu.(Dok)

Timeskaltim.com, Samarinda – Menjelang Pekan Olarhraga Nasional (PON) Ke – XXI di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara (Sumut), terjadi kemelut pada internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang berujung pada pemecatan.

Widodo yang merupakan salah seorang pelatih Kick Boxing Kaltim dibatalkan keikutsertaannya dalam kontingen, karena dirasa telah melakukan tindakan indisipliner. Sehingga, mendapat tindakan tegas dari KONI Kaltim.

Ditemui wartawan Times Kaltim, pada Senin (09/09/2024) ia membantah semua tuduhan yang diberikan kepadanya.

Ia menjelaskan, tuduhan yang mengatakan dirinya masuk dalam daftar sebagai pelatih dari KONI yang baru terbentuk pada beberapa waktu lalu, itu tidak benar. Dengan menunjukan surat tugas NO 006/KONI/VIII 2024, yang telah diterbitkan oleh KONI baru, yang secara eksplisit menuliskan bahwa dirinya tidak masuk dalam daftar kontingen tersebut.

“Dalam surat permohoman No 002/KONI-IKN/VIII/2024 tanggal 22 Agustus 2024 itu, betul ada nama saya, tetapi surat itu adalah surat permohonan dari KONI kepada KONI Pusat, untuk berpartipasi dalam kegiatan PON Ke – XXI di Aceh dan Sumut,” ungkap Widodo.

Kemudian, Ia menambahkan, tidak pernah sama sekali turut melatih Kick Boxing pada Provinsi lain dan membawa masuk atlet dari Kalimantan Utara (Kaltara) untuk sama-sama latihan dengan kontingen Kaltim.

“Bagaimana mungkin saya melatih atlet yang bukan sesuai dengan bidangnya, saya ini pelatih tarung, sedangkan atlet Kaltara itu adalah atlet jurus. Tarung dan jurus itu adalah dua hal yang berbeda,” jelasnya.

Ia juga mengakui bahwa, selama mengikuti pemusatan latihan bersama dengan KONI Kaltim, ia kerap kali memberikan kesan yang positif pada sesama kontingen.

“Saya sering menghibur teman-teman di asrama, saya juga selama 6 bulan setia mendampingi anak-anak saya (atlet kick boxing), bagaimana mungkin saya dituduh melatih atlet lain atau berhianat,” timpalnya.

Kendatipun, selama tuduhan itu terbit di beberapa media cetak dan online, ia sudah beberapa kali mencoba untuk mengklarifikasi namun tidak pernah disambut baik oleh komandan pelatda.

Selama menjalankan tugas sebagai pelatih. Widodo bercerita. Kerap kali meninggalkan keluarga. Namun, sadar akan tanggung jawab ia tetap setia mendampingi atlet-atletnya dan berharap akan ada hasil baik pada gelas PON Ke – XXI ini.

“Saya tidak menyangka kenapa bisa begini, saya merasa kecewa kenapa saya dipisahkan dengan atlet-atlet terbaik saya menjelang momen-momen krusial seperti ini, mereka pasti butuh sosok pelatih disaat tanding, saya sesunggunya di dzholimi” ucap sedih Widodo.

Tanggapan KONI Kaltim

Menanggapi pernyataan tersebut, KONI Kaltim melalui Komandan Pelatda KONI, Ego Erifin, menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah melakukan kesalahan sebanyak empat kali.

Kata Ego, keselahan pertama ialah, yang bersangkutan telah menyelundupkan orang yang tak sesuai nama yang diterakan. Untuk mengikuti tes kesehatan. Mirisnya, atlet yang akan mengikuti tes kesehatan tidak berada di lokasi.

“Widodo sudah kami panggil dan kami tegur secara lisan, jadi nggk perlu pakai surat karena dia berada dibawa tanggung jawab Pelatda,” ujarnya.

Kedua, Widodo juga memanggil atlet dari asal Kalimantan Utara (Kaltara) untuk sama-sama mengikuti kegiatan latihan bersama-sama dengan KONI Kaltim (digabungkan).

“Dia melatih atlet Kaltim dan juga Kaltara,” ucapnya.

Ketiga, Ego juga mengatakan bahwa, yang bersangkutan telah beberapa kali dilakukan pemanggilan terkait dengan keselahan yang telah diperbuat.

“Saksinya banyak kok pada saat kami memberikan teguran, bahkan saya sempat bilang ke beliau, kamu kalau masih berbuat macam-macam akan saya keluarkan, dan saat itu yang bersangkutan siap pak – siap pak tidak saya ulangi lagi begitu dia bilang ke saya,” ungkap Ego.

Menurutnya, kesalahan-kesalahan itu Widodo lakukan sebelum ada masalah baru yang terjadi. Yakni, terkait namanya ada dalam daftar kontingan KONI berdasarkan Surat Permohonan No 002/KONI-IKN/VIII/2024.

Sehingga sebagai penanggung jawab Pelatda ia sudah berkomunikasi dengan Ketua KONI Kaltim, bidang hukum, dan bagian teknik, sehingga mengerucut pada  pemberhentian (Keluar) dari kontingen.

“Karena namanya ganda dalam artian masuk dalam dua kontingen ya kami nggk mau, itu dilecehkan namanya setelah kita sudah fasilitasi selama enam bulan, tapi ujung-ujung dikecewakan,” tegasnya.

Ego Arinfin juga membeberkan bahwa, tidak ada nama Widodo dalam SK  diterbitkan oleh KONI itu karena ditolak sehingga ia menekankan tidak ada urusan dengan pihaknya.

“Kami berpegangan pada SK yang awal No 002 itu, karena usulan KONI itu ditolak oleh KONI Pusat khusus cabang olahraga Kick Boxing. Itu urusan lain yang jelas dalam SK sebelumnya itu ada nama dia,” bebernya.

Diakhir ia menegaskan di setiap kesalahan yang diperbuat oleh Widodo semua ada saksinya, sehingga sebagai bentuk peringatan yang tegas atas apa yang diperbuat. Dan KONI Kaltim melalui komandan Pelatda telah menyampaikan persoalan ini kepada KONI Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

“Sudah saya ceritakan sesuai dengan fakta dilapangan, sehingga dari KONI Kubar menyerahkan sepenuhnya kepada kami,” tutupnya.

Pj Gubernur Kaltim Bakal Berkoodinasi

Pada Senin (09/08/2024) malam, menyikapi kemelut tersebut kepada wartawan Timeskaltim, Pejabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengungkapkan bahwa, ini merupakan ranah dari KONI sehingga ia akan mencoba berkoordinasi kepada KONI Kaltim.

“Saya belum bisa menyampaikan apapun sehingga, namun saya berharap siapapun baik atlet ataupun pelatih ia berhak memberikan kontribusinya kepada Kaltim,” ungkap Akmal.

“Apapun masalahnya akan lebih tepat agar dapat dibicarakan secara baik-baik, dan pemerintah siap untuk memfasilitasi,” pungkas Akmal. (Has/Wan)