Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Kembali Sapa Masyarakat Kaltim, Isran: Saya Bukan Kampanye

414
×

Kembali Sapa Masyarakat Kaltim, Isran: Saya Bukan Kampanye

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Mantan Gubernur Kaltim periode 2018-2023, Isran Noor. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2018-2023, Isran Noor kembali hadir dan menyapa masyarakat Benua Etam di Plenary Hall GOR Kadrie Oening Sempaja.

Nampak para pejabat hingga masyarakat antusias menyambut mantan orang nomor satu Kaltim itu dalam kegiatan yang bertajuk “Isran Mengundang dan Menghibur untuk Masyarakat Kaltim”.

“Saya disini bukan kampanye, disini saya cuma mengajak, kalau kampanye itu jadi juru kampanye,” ujar Isran Noor, Sabtu (3/2/2024).

Isran menuturkan, bahwa yang hadir dalam acara ini adalah mereka yang berasal dari ragam asal usul, mulai dari pejabat negara, pejabat struktural, pegawai negeri sipil (PNS), non PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga lembaga adat di Kaltim.

Terkait hadirnya para pejabat di lingkup Kaltim, menurut Isran hal tersebut sah sah saja. Sebab, hari ini (Sabtu) adalah hari libur, sehingga siapapun warga negara punya hak untuk mendengarkan siapapun yang akan mereka pilih.

Menjelang pemilihan umum, dirinya juga mengingatkan masyarakat agar memilih pasangan calon (Paslon) Presiden yang akan meneruskan Ibu Kota Nusantara yang berlokasi di Sepaku, Penajam Paser Utara.

“Sebentar lagi kita akan memilih presiden dan wakil presiden, serta memilih wakil rakyat di tanggal 14 Februari, makadari itu kita memilih presiden yang akan melanjutkan pembangunan IKN, jarang-jarang ada Ibu Kota di Kalimantan,” jelasnya

“Kalau di atas itu terlalu ketinggian, kalau bawah deket sepatu, paling bagus itu di tengah-tengah,” timpal Isran.

Masyarakat Kaltim, lanjutnya, semenjak merdeka menjadi penghasil minyak terbesar untuk kepentingan bangsa dan negara. Bahkan, Kaltim juga menjadi penghasil batu bara terbesar dan terbaik untuk bangsa dan negara.

“Saya ingin masyarakat Kaltim tidak ada yang mempersoalkan Ibukota Nusantara, apapun yang terjadi, mohon maaf Ibukota negara harus tetap berjalan dan jadi,” tegasnya.

Hal ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Benua Etam, sehingga menurutnya jika ada yang tidak setuju maka hal tersebut dipastikan bukan sikap dan moral  Kalimantan Timur. (Bey/Wan)