Timeskaltim.com, Kukar – Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, ditetapkan sebagai wilayah percontohan program Bimbingan Belajar Bersama Ceria (BBC) yang digagas Kodam VI/Mulawarman melalui Kodim 0906 Tenggarong. Program ini difokuskan untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses belajar tambahan.
Penunjukan Kelurahan Baru bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai telah lebih dulu memiliki inisiatif serupa yang berjalan secara mandiri di tengah masyarakat, sehingga dianggap siap menjadi pilot project.
Lurah Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, mengatakan proses penunjukan dilakukan melalui seleksi dari ratusan desa dan kelurahan di Kutai Kartanegara.
“Kami telah melewati seleksi dari sekian ratus kelurahan dan desa di Kukar. Alhamdulillah sebelum Lebaran kemarin kami terpilih, salah satunya karena kegiatan ini sudah lebih dulu berjalan secara mandiri di masyarakat,” ujarnya saat ditemui sebelum launching BBC di Posyandu Dahlia 06, Senin (06/04/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan bimbingan belajar di wilayahnya sebenarnya telah berjalan sekitar satu setengah tahun. Selama periode tersebut, perkembangan peserta didik dinilai cukup signifikan, baik dari sisi prestasi maupun keberhasilan melanjutkan pendidikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodam melalui Kodim 0906 Tenggarong yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai pilot project,” katanya.
Pada tahap awal, program BBC diikuti oleh 40 peserta didik yang terbagi rata antara jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Berbeda dengan program serupa, tenaga pengajar dalam BBC sepenuhnya berasal dari masyarakat lokal. Mereka terdiri dari kader PKK, posyandu, hingga karang taruna yang memiliki latar belakang pendidikan memadai.
“Total tenaga pendidik ada empat orang, semuanya dari masyarakat setempat,” jelas Bayu.
Kegiatan belajar dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam sepekan, yakni Senin hingga Rabu pada sore hari. Sistem pembelajaran dibagi dalam dua sesi, menyesuaikan jenjang pendidikan peserta.
Adapun peserta yang terlibat berasal dari siswa kelas 4 hingga 6 untuk tingkat SD serta kelas 8 dan 9 untuk SMP. Mereka diprioritaskan dari keluarga kurang mampu dengan motivasi belajar yang tinggi, khususnya menjelang ujian.
Dari sisi fasilitas, kegiatan memanfaatkan sarana yang telah tersedia di lingkungan kelurahan, seperti sekretariat karang taruna dan posyandu. Kebutuhan buku juga didukung dari hibah serta koleksi yang telah dimiliki sebelumnya.
“Alhamdulillah, kebutuhan literatur cukup terpenuhi dan seluruh kegiatan mendapat dukungan penuh dari Kodim 0906 Tenggarong,” ungkapnya.
Ke depan, program BBC diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga model pengembangan pendidikan berbasis masyarakat yang dapat diterapkan di wilayah lain.
“Program BBC diharapkan dapat menjadi model pengembangan pendidikan berbasis masyarakat, sekaligus membuka akses belajar yang lebih luas bagi anak-anak di Kukar,” tutup Bayu. (Rob/Pii)












