Ilustrasi Gas LPG 3 Kg.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kelangkaan gas LPG 3 Kg menjadi polemik yang begitu merasahkan sebagian warga Samarinda. Terlebih, pengebab kelangkaan tersebut diklaim karena adanya penyematan tanggal merah. Mengapa demikian?
Berdasakan penelusuran media ini, penyebab munculnya polemik tersebut disebabkan pengiriman ke pangkalan mengalami keterhambatan. Dikarenakan libur panjang.
Pengelola agen gas LPG 3 Kg di Jalan Pelita, Wahyu memberikan keterangan. Tidak ada kelangkaan di tingkat agen. Stok masih aman. Hanya saja, pengiriman ke pangkalan yang terhambat akibat kebijakan ‘Tanggal Merah’.
Libur panjang ini menjadi penyebab terhentinya pengiriman LPG selama beberapa hari ini,” ungkapnya, dikonfirmasi media ini, Senin (12/6/2023) kemarin.
Ia lantas menjelaskan alur distribusi gas LPG. Dari atas, sampai ke rumah masyarakat.
“Pendistribusian melalui dari kapal tanker ke depot LPG, lalu ke SPPBE, dari situ kemudian di-supply ke agen, baru ke pangkalan. Dari pangkalan ke rumah tangga,” jelasnya.
Jatah LPG 3 Kg untuk Samarinda sendiri, tahun ini mengalami penurunan. Dari yang tahun lalu sebanyak 28.678.000 matric ton, menjadi 26.838.000 matric ton tahun ini.
Tanggapan DPC Hiswana Migas Samarinda

Terpisah, Sekretaris DPC Hiswana Migas Samarinda, Willie ikut membenarkan. Kalau kelangkaan ini terjadi karena kebijakan ‘Tanggal Merah’ yang efektif berlaku sejak 18 Mei 2023 lalu.
“Kebetulan kemrain ada kebijakan itu, mungkin ada 19 agen di Samarinda pada saat dua hari itu kosong, sehingga munculnya kelangkaan ini,” tuturnya, Selasa (13/6/2023) siang.
Sebelumnya, stok LPG masih aman sejak Lebaran. Setiap agen mendapat jatah 5-10 ribu tabung. Untuk didistribusikan ke bawah.
“Kemarin libur cuti bersama ditambah hari libur. Sementara tingkat kebutuhan LPG di Samarinda meningkat,” tambah Willie.
Legislator Basuki Rahmat Berkomentar

Dalam pemberitaan sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah meminta Pertamina untuk mengambil tindakan tegas. Terhadap oknum distributor atau agen yang melakukan kecurangan. Seperti menahan stok dan menaikkan harga jual.
Karena menurutnya, koordinasi yang baik antar-pihak di pendistribusian gas LPG sampai ke masyarakat itu penting.
“Selama ini, controlling Pertamina sangat lemah. Semua harus diserahkan ke agen. Jangan semua diserahkan ke mereka,” ujarnya, Senin (12/6/2023) siang.
Selain memastikan stok di masyarakat aman, Laila berharap harga juga terus dikontrol.
“Jangan sampai harga gas LPG 3 Kg tidak terjangkau oleh masyarakat kurang mampu,” tandasnya.
Keluh Kesah Penjual Gas LPG 3 Kg
Redaksi Timeskaltim.com melakukan penelusuran di beberapa warung atau toko terdekat di Kota Samarinda. Ramang (40) selaku pemilik toko sembako mengungkapkan keluhannya. Bahkan, Ia juga mengaku, pengiriman (Supply) stok LPG mengalami keterlambatan.
“Salah satunya kebanyakan agen terlambat mengirim kepada kami,” jelasnya.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Surya (34) salah satu pemilik ruko distribusi sembako di Samarinda. Ia menyebut, butuhnya penyaluran secara berkala dilakukan oleh pemerintah setempat. Apalagi, kelangkaan tersebut juga ditimpang karena adanya keterlambatam pengirmiman oleh beberapa agen.
“Ya harapan kami semoga hal ini bisa segera di atasi. Stok pendistribusian subsidi diperbanyak lagi lah. Masa, subsidi LPG gak bisa diperbanyak,” ketusnya.(Nur/Wan)












