Kutai Timur – Upaya pelayanan kesehatan di Kutai Timur terus bergerak menyentuh seluruh siklus hidup masyarakat, dari ibu hamil hingga kelompok rentan.
Dinas Kesehatan menetapkan target capaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan harus terpenuhi seratus persen, seiring dorongan percepatan eliminasi penyakit dan peningkatan kualitas sanitasi lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur Sumarno menyampaikan bahwa seluruh intervensi dilakukan menyeluruh dan terukur.
“Kita ingin layanan kesehatan dari ibu hamil sampai ODHIV benar-benar berjalan seratus persen,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan pelayanan ini berjalan bersamaan dengan sejumlah target besar daerah.
Target eliminasi malaria ditetapkan pada tahun 2027, sementara program penanganan HIV dan TB diarahkan mencapai hasil nasional pada 2030 dengan pola deteksi dan terapi berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, kegiatan organisasi profesi kesehatan akan digelar untuk menyambut Hari Kesehatan Nasional, sekaligus menandai pencapaian penting di Kecamatan Kaliorang.
“Sabtu ini kita akan launching Kecamatan Kaliorang bebas ODF, semua desa sudah punya jamban layak yang digunakan,” katanya.
Status ODF (Open Defecation Free) berarti tidak ada lagi praktik buang air besar sembarangan di seluruh wilayah desa.
Capaian ini menjadi bukti konsistensi kerja lintas sektor antara puskesmas, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga kader kesehatan.
Namun tantangan masih tersisa terutama di desa bantaran sungai. Masyarakat masih terbiasa memanfaatkan aliran sungai untuk aktivitas harian sehingga edukasi dan pendekatan sosial dilakukan berulang.
Solusi yang kini diterapkan adalah pembangunan WC komunal untuk memastikan akses sanitasi yang layak bagi seluruh warga.
Dinkes menegaskan bahwa keberhasilan Kaliorang menjadi Kecamatan Bebas ODF bukan capaian akhir.
Melainkan pintu masuk untuk menurunkan penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas hidup keluarga, dan memperkuat upaya pencegahan stunting. (SH/ADV)












