Timeskaltim.com, Samarinda – Dua bencana yang sering melanda Kota Samarinda yaitu banjir dan kebakaran. Dalam tahun 2023 lalu, kondisi banjir sudah mulai dilakukan pembenahan. Namun, bencana kebakaran masih sering terjadi di Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun telah berhasil mengendalikan bencana banjir yang ada di Kota Samarinda pada tahun 2023. Hanya ada beberapa titik banjir yang masih sering menjadi genangan. Namun, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun 2023, yang tetap menjadi problem di masyarakat yaitu kebakaran. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda ada kenaikan kasus kebakaran di Kota Tepian.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH menyampaikan ada kenaikan 9 persen kasus kebakaran selama 2023. Peristiwa kebakaran tersebut, dipicu oleh berbagai macam macam faktor. Mulai dari korsleting listrik, kebocoran gas, kebakaran sampah, dan lain sebagainya.
“Jika ditotalkan, ada sekitar 190 kejadian kebakaran mulai dari Januari – Desember 2023,” ucap Hendra, pada Jum’at (29/12/2023).
Dari 190 kasus, objek kebakaran terjadi di 71 pemukiman warga, 62 lahan, 1 rumah makan, 1 kios/pasar, 9 tempat usaha, 8 gudang, 1 perusahaan, 22 sampah, 1 kebakaran sampah, dan 14 kasus lainnya.
“Penyebab paling banyak ya korsleting listrik dan kebocoran gas. Namun pada pertengahan tahun di September 2023, ditemukan kasus kebakaran lahan dan sampah yang cukup signifikan,” tuturnya.
Dari hal itu, Pemerintah Kota Samarinda perlu memperhatikan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan barang yang dapat memicu terjadinya kebakaran. (Nik/Wan)












