Timeskaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk mengantisipasi kelangkaan beras di daerah.
Perihal itu ia sampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gadjah Mada, pada Selasa (19/5/2025).
Rudy mengungkapkan bahwa Menteri Pertanian (Mentan) beberapa waktu lalu telah meninjau wilayah Kaltim untuk memastikan optimalisasi lahan pertanian agar setiap provinsi mampu mencapai swasembada pangan.
Menurutnya, Kaltim perlu menyiapkan lahan produktif yang dekat dengan sumber air, baik dari waduk yang sudah tersedia maupun yang masih perlu dibangun.
“Kalau syaratnya terpenuhi, maka kita bisa panen minimal tiga kali dalam setahun. Bahkan bisa empat kali jika menggunakan sistem mekanisasi, bukan lagi manual. Dengan mesin, kerja jadi lebih cepat dan efisien,” ujar Rudy.
Ia menambahkan, modernisasi pertanian juga membuka peluang besar bagi generasi milenial. Kata dia, dengan sistem pertanian modern, pendapatan petani dapat mencapai Rp20 juta hingga Rp26 juta per bulan, jauh di atas rata-rata gaji UMR yang hanya sekitar Rp4 juta.
“Ini peluang besar untuk anak-anak muda kita. Jadi petani modern lebih menjanjikan daripada hanya menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Pemerintah tentu akan mendukung penuh, mulai dari penyediaan bibit hingga sarana produksi,” tegasnya.
Diakhir, ia juga menyampaikan bahwa produksi beras di Kaltim saat ini baru mampu memenuhi 30–36 persen dari kebutuhan masyarakat.
Karena itu, peningkatan produktivitas lahan menjadi prioritas utama agar Kaltim tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Target kita jelas, Kaltim harus bisa swasembada pangan. Dengan begitu kita bisa menjaga ketersediaan beras untuk masyarakat,” tutupnya. (Has/Bey/Adv/DISKOMINFOKALTIM)












