Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Provinsi Kaltim

Jelang Bulan Ramadhan, Inflasi di Kaltim Terkendali 

543
×

Jelang Bulan Ramadhan, Inflasi di Kaltim Terkendali 

Sebarkan artikel ini

Suasana salah satu pasar di Kota Samarinda. (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda – Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa, inflasi gabungan dua Kota di Kaltim pada Februari 2023 terkendali dan berada di bawah inflasi nasional.

Hal itu diketahui melalui surat edaran siaran pers No.25/7/Smr/Spers/B pada Rabu (1/3/2023) oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim periode Februari 2023 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,11 persen (mtm) atau 5,36 persen (yoy). 

Selain itu, berdasarkan kelompok pengeluarannya, andil inflasi bulan Februari terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,04 persen (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya dengan capaian inflasi 1,34 persen (mtm).

Meskipun kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan harga, sub kelompok makanan mencatatkan deflasi sebesar 0,25 persen (mtm), setelah mengalami inflasi pada bulan sebelumnya.

Selanjutnya, pada inflasi rokok dan tembakau pada Februari ini mencapai 1,63 persen (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan lalu yakni 1,34 persen (mtm) akibat penyesuaian harga rokok yang masih terjadi pasca peningkatan cukai produk tembakau.

Selain itu, Inflasi yang lebih rendah turut disumbang oleh penurunan harga kelompok transportasi. Tercatat mengalami deflasi sebesar 0,17 persen (mtm), namun tidak sedalam deflasi sebelumnya yakni sebesar 0,89 persen (mtm).

Hal ini didorong oleh deflasi pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi dengan deflasi sebesar 0,03 persen (mtm), namun tidak sebesar deflasi sebelumnya yakni 0,62 persen (mtm). 

Subkelompok jasa angkutan penumpang umum juga masih mengalami deflasi sebesar 1,92 persen (mtm), namun tidak sebesar deflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 4,92 persen (mtm).

Lebih lanjut, dalam rangka mengendalikan inflasi di Kaltim, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim terus berupaya melakukan optimalisasi program pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan melakukan berbagai kegiatan pengendalian inflasi di wilayah Kaltim secara aktif.

Diketahui, pihak TPID Kaltim juga telah memastikan keterjangkauan harga melalui kegiatan operasi pasar/pasar murah selama Februari 2023. 

Disisi lain, penguatan komunikasi efektif juga terus digencarkan antara lain melalui rapat koordinasi teknis TPID Provinsi Kaltim dan High Level Meeting TPID kota Samarinda guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kaltim. (Adv/Bey/Aji/Diskominfo Kaltim)