Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Iwan Setiawan Dorong Pemuda Kukar Tidak Malu Jadi Petani, Sektor Pangan Butuh Regenerasi

236
×

Iwan Setiawan Dorong Pemuda Kukar Tidak Malu Jadi Petani, Sektor Pangan Butuh Regenerasi

Sebarkan artikel ini
Koordinator BPP Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan. (Roby Sugiarto/Timeskaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Di era modern saat ini, banyak anak muda cenderung memilih pekerjaan yang instan dengan pendapatan cepat terlihat. Profesi di sektor pertanian sering kali dianggap kurang menjanjikan, bahkan dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan.

Namun, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Sebulu, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa pertanian justru merupakan profesi mulia yang akan selalu dibutuhkan. Ia mengajak generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia tani karena perannya sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan bangsa.

“Untuk petani muda, jangan malu jadi petani. Profesi ini mulia karena mencukupi hajat hidup orang banyak,” kata Iwan, pada Sabtu (06/09/2025).

Ia menjelaskan, sektor pangan akan tetap menjadi prioritas utama pembangunan baik di tingkat daerah maupun nasional. Ke depan, kebutuhan pangan dipastikan semakin meningkat, apalagi dengan adanya pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan membawa lonjakan jumlah penduduk di kawasan tersebut.

“Sampai kapanpun, tanaman pangan akan jadi prioritas, baik daerah maupun pusat, apalagi dengan adanya pemindahan ibu kota ke IKN. Petani harus siap dan mampu menyediakan kebutuhan logistik pangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, menurut Iwan, regenerasi petani menjadi isu krusial. Jika pemuda enggan melanjutkan usaha tani, maka keberlanjutan produksi pangan dikhawatirkan terganggu. Padahal, Kukar dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur dengan potensi pertanian yang sangat besar.

“Harapan kami, semakin banyak pemuda yang mau terlibat di sektor pertanian. Mereka bisa membawa ide-ide baru, inovasi, dan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas. Dengan begitu, keberlanjutan pangan di Kukar bisa terjamin sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Terakhir, Iwan menambahkan, dukungan pemerintah melalui berbagai program dan fasilitas sudah tersedia. Tantangan terbesar kini adalah membangkitkan minat generasi muda untuk melihat pertanian bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan. (Rob/Bey)