Kutai Timur – Di antara hamparan pesisir dan bukit hijau Kaliorang, kini tak hanya cahaya matahari yang menerangi langit, tetapi juga sinyal yang menghubungkan masyarakat dengan dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, akses internet di wilayah ini terus berkembang pesat, membawa angin segar bagi pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik. Melalui jaringan satelit Starlink, Kaliorang perlahan menjelma menjadi kecamatan yang terkoneksi dengan masa depan digital.
Camat Kaliorang, Rusnomo menyampaikan bahwa kondisi jaringan internet di wilayahnya kini sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Dengan dukungan pemerintah provinsi, hampir seluruh desa di Kaliorang telah mendapatkan akses layanan internet gratis yang memanfaatkan teknologi satelit berkecepatan tinggi.
“Akses internet di Kaliorang sudah cukup baik, sekitar 75 persen wilayah terjangkau jaringan,” ujar Rusnomo.
Ia menjelaskan bahwa layanan ini menjadi terobosan penting bagi masyarakat pedesaan yang sebelumnya sulit mendapatkan koneksi stabil. Kini, pelajar dapat belajar daring, perangkat desa bisa bekerja lebih efisien, dan pelaku UMKM mulai mengenal pemasaran digital untuk memperluas jangkauan usaha mereka.
“Hampir semua desa telah mendapat layanan internet gratis dari Provinsi Kalimantan Timur melalui jaringan satelit Starlink,” jelasnya.
Rusnomo menilai bahwa kehadiran internet bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan mendasar dalam membangun masyarakat modern yang produktif dan melek teknologi. Dengan cakupan jaringan yang terus diperluas, ia berharap seluruh desa di Kaliorang dapat segera menikmati koneksi stabil dan setara.
Kini, di rumah-rumah sederhana di pesisir, anak-anak belajar sambil berselancar di dunia maya. Di kantor-kantor desa, perangkat pemerintahan mulai mengarsip data secara digital. Dan di warung kopi pinggir jalan, warga membicarakan peluang baru yang datang dari dunia tanpa batas.
Kaliorang telah terhubung bukan hanya lewat jalan dan jembatan, tetapi juga melalui gelombang data yang melintasi langitnya. Sinyal itu membawa pesan sederhana: masa depan telah tiba, dan Kaliorang siap menyambutnya. (SH/ADV).












