Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDKP3A Provinsi Kalimantan Timur

Informasi Teknologi Mengancam Anak, DKP3A Kaltim Sebut Orang Tua Miliki Peran Penting

269
×

Informasi Teknologi Mengancam Anak, DKP3A Kaltim Sebut Orang Tua Miliki Peran Penting

Sebarkan artikel ini

Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Penyebaran informasi saat ini memang lebih masif. Apalagi didukung dengan perkembangan teknologi yang pesat. Namun jika tak memiliki fondasi norma yang kuat dan tak memahami media, maka bisa terjerumus ke hal-hal negatif.

Apalagi para siswa dari jenjang SD hingga SMA juga selalu erat dengan ponsel. Hampir 24 jam pasti menggunakan ponsel dan kerap melihat berbagai konten yang ada di media sosial. 

Menurut Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengungkapkan peran orang tua begitu krusial agar memastikan anak tak terpapar konten negatif. Sehingga jadi salah satu upaya untuk terhindar dari korban atau pelaku kekerasan seksual. 

Noryani menyebut, semua pihak harus saling menjaga. Sebab sebagian besar kekerasan seksual dilakukan oleh orang terdekat, keluarga, atau orang yang dikenal menjadi korban. 

“Contohnya saudara yang yang saling terpisah lama, berkumpul lagi, itu kan belum ada keterikatan persaudaraan, itu berpotensi besar akan terjadi kekerasan seksual,” beber Noryani, Selasa (29/11/2022).

Noryani menyebut, orangtua harus memberikan pemahaman ke anaknya bagaimana pergaulan yang sehat dan caranya. Kemudian, orangtua tak perlu menasehati dengan cara yang keras atau nada tinggi. Sebab anak saat ini tak bisa langsung dilarang-larang. 

“Orangtua harus memberi alasan dan sebab-akiba dalam pergaulan. Jadi orangtua harus menstimuasikan bergaul sehat itu seperti apa, bergaul yang baik seperti apa, memilih teman seperti apa. Jadi bergaul bebas sih tapi terbatas,” bebernya. 

Pun dari pemberian pemahaman itu, akhirnya terbentuk lingkungan keluarga yang sehat. Kemudian yang tua mengayomi dan muda menghormati. Dari situ, anak bisa lebih memahami bahayanya kekerasan seksual. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)