Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

Ibu-Ibu Miau Baru Minta Bantuan Mesin Jahit, Budianto Bulang: UMKM Harus Diperkuat dari Desa

139
×

Ibu-Ibu Miau Baru Minta Bantuan Mesin Jahit, Budianto Bulang: UMKM Harus Diperkuat dari Desa

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, Budianto Bulang, saat melakukan Reses di Desa Miau Baru, Kecamatan Wahau, Kutim. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Aspirasi penguatan ekonomi perempuan menjadi sorotan dalam kegiatan Reses (serap aspirasi) anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Budianto Bulang, di Desa Miau Baru, Kecamatan Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Dalam pertemuan yang dihadiri masyarakat dari berbagai lapisan, kelompok ibu-ibu pelaku UMKM menyampaikan permintaan bantuan mesin jahit guna mendukung kegiatan usaha rumahan.

Ibu Yuli (42) perwakilan kelompok menyampaikan bahwa selama ini banyak ibu rumah tangga di desa tersebut memiliki keterampilan menjahit. Namun, belum memiliki peralatan memadai untuk mengembangkan usaha mereka.

Kata dia, potensi ini dinilai bisa menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga dan desa jika mendapat dukungan pemerintah.

“Kami sudah ada kelompok usaha menjahit, tapi masih sangat terbatas alatnya. Kalau ada bantuan mesin jahit, kami bisa lebih produktif dan membuka peluang usaha sendiri di rumah,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Budianto Bulang menyatakan dukungannya secara penuh dan akan mengawal usulan tersebut ke dinas teknis dan mitra kerja DPRD.

“UMKM ibu-ibu di desa harus kita perhatikan. Ini bukan hanya soal pemberdayaan ekonomi, tapi juga tentang kemandirian dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Insyaallah, saya akan dorong bantuan mesin jahit ini agar bisa segera terealisasi,” ujar Budianto.

Selain itu ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, kecamatan, dan provinsi dalam menyusun data kelompok UMKM aktif, agar program bantuan bisa tepat sasaran.

“Yang penting kelompoknya aktif, datanya jelas, dan kegiatannya nyata. Kami siap kawal dari sisi kebijakan maupun anggaran di tingkat provinsi,” tegasnya.

Diakhi ia menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM, khususnya bagi perempuan, merupakan strategi penting dalam pemerataan ekonomi. Dengan dukungan yang tepat, kelompok usaha kecil di desa bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi lokal yang mandiri.

“Bagi saya kegiatan reses ini menjadi sarana penting untuk mendengar langsung aspirasi bapak-ibu semua, dan menjadi pijakan bagi kami di DPRD dalam mendorong program-program pembangunan, yang merata hingga ke pelosok desa,” pungkasnya. (Adv/has/bey)