Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDKP3A Provinsi Kalimantan Timur

Ibu Hamil Rentan Alami Baby Blues Syndrome, Peran Suami Dibutuhkan

317
×

Ibu Hamil Rentan Alami Baby Blues Syndrome, Peran Suami Dibutuhkan

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi ibu hamil yang rentan alami baby blues syndrome. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kondisi psikis seorang ibu termasuk yang rentan terjadi gangguan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut terjadi. Misalnya saja, sejumlah pemberitaan yang menyebutkan seorang ibu melakukan kekerasan terhadap anaknya. Salah satu gejala yang paling umum adalah baby blues syndrome. 

Koordinator Tim Psikolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Samarinda, Ayunda Ramadhani mengungkapkan baby blues adalah sindrom pasca melahirkan yang biasa terjadi pada para ibu setelah melahirkan. Prevalensi ibu yang mengalami baby blues adalah mereka yang masih berusia muda. 

“Ini secara biologis. Banyak hormon-hormon yang keluar pasca melahirkan. ketika dia hamil, ada perubahan peningkatan hormon yang membuat emosi dia menjadi tidak karuan,” beber Ayunda, melalui laman resminya, kamis (29/11/2022).

Emosi yang terjadi itu karena ibu merasakan kesedihan mendalam. Sekaligus merasa bahwa dirinya tak sanggup merawat sang bayi dan merasa tidak bisa menjadi ibu. 

“Ketika baby blues syndrome itu menyerang, si ibu kan merasa tidak berdaya. Sehingga dia meminta bantuan dari pihak eksternal,” lanjutnya. 

Demi mencegah hal itu, Ayunda mengingatkan bahwa pentingnya peran seorang suami. Di mana, dukungan suami adalah kunci untuk setidaknya menghindarkan istrinya dari sindrom baby blues. 

“Istri mengharapkan bantuan dari suami. Karena suami itulah yang paling dekat. Itu menentukan apakah seorang ibu itu bisa bangkit atau pulih dari baby blues syndrome,” tambah Ayunda. 

Dalam hal ini, suami bisa membantu para istri untuk membantu pekerjaan rumah tangga, mencukupi gizi dan nutrisi para ibu, hingga memberi waktu lebih bagi sang istri untuk beristirahat. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)