Timeskaltim.com, Samarinda — Kebakaran hebat melanda Hotel Bumi Senyiur Samarinda, di Jalan Diponegoro pada Senin pagi (6/10/2025).
Api diduga berasal dari salah satu kamar di lantai dua, dan sempat membesar sebelum berhasil dipadamkan petugas.
Kepada awak media, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Hendra, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 07.15 Wita.
Tim langsung bergerak cepat ke lokasi dengan mengerahkan lima posko pemadam dan satu unit tangga hidrolik untuk antisipasi penyelamatan pengunjung.
“Kami langsung kerahkan lima posko dan satu unit tangga untuk mengantisipasi kalau ada pengunjung yang terjebak. Alhamdulillah semua berhasil dievakuasi dan selamat,” ujarnya, di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa petugas sempat mengalami kesulitan karena asap tebal memenuhi area hotel, membuat jarak pandang terbatas dan pernapasan terganggu.
“Saat kami memasuki ruangan, asap sudah sangat pekat dan penerangan minim. Kami terpaksa menggunakan breathing apparatus untuk membantu pernapasan,” jelasnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung lebih dari satu jam. Meski tidak ada korban jiwa, satu petugas damkar dilaporkan mengalami sesak napas akibat paparan asap saat proses evakuasi.
Selain itu, ia juga menyoroti sistem proteksi kebakaran di Hotel Bumi Senyiur yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan.
“Hidrannya tidak otomatis dan tidak sesuai standar. Kami juga tidak menemukan sprinkler di ruangan, hanya alarm yang aktif. APAR memang ada di setiap lorong, tapi tidak efektif kalau api sudah membesar,” tegasnya.
Diakhir, kata Hendra, Disdamkar Samarinda berencana berkoordinasi dengan instansi terkait, untuk memastikan seluruh hotel dan fasilitas publik di kota ini memiliki sistem proteksi kebakaran, yang berfungsi baik.
“Setiap hotel wajib memiliki sistem proteksi yang layak dan berfungsi. Ini penting untuk keselamatan bersama,” pungkasnya. (Has/Bey)












