Teks Foto: Harga Bapokting naik-turun menjelang Natal dan Tahun Baru di Pasar Tradisional Kota Samarinda. (Dok)
Timeskaltim.com, Samarinda – Dua hari besar pada akhir tahun, Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) menyebabkan tingginya konsumsi Bahan Pokok dan Penting (Bapokting). Dari itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) akan selalu memantau ketersediaan stok dan harga Bapokting.
Pengawas Perdagangan Disdag Kota Samarinda, Heny Kartika Handayani menyampaikan dalam pantauan pihaknya. Beberapa komoditas Bapokting yang ada di pasar tradisional dan modern di Kota Samarinda masih terbilang aman hingga akhir tahun.
“Sejauh ini semua ketersediaannya dipastikan aman hingga natal dan tahun baru,” ucap Heny, saat ditemui wartawan beberapa waktu lalu.
Walau stok terbilang aman, namun ada beberapa komoditas pangan yang harganya mulai naik. Akan tetapi kenaikan harga Bapokting dibeberapa pasar masih dalam angka yang wajar dan tidak terlalu signifikan.
“Setiap pasar itu beda-beda, ada yang tinggi ada yang rendah kisaran harganya. Sejauh ini menjelang natal dan tahun baru, yang mulai naik harganya ada di tomat dan bawang putih,” ungkapnya.
Di Pasar Segiri Samarinda ada penurunan harga cabe rawit. Dari Rp 65.000 perkilogram turun menjadi Rp 45.000 perkilogram. Sedangkan di pasar lainnya harga cabe rawit masih stabil.
Komitmen Pemkot Samarinda terus memantau harga Bapokting yang ada pada pasar tradisional. Masyarakatp pun dapat melihat, harga Bapokting melalui website disdag.samarinda.go.id.
Jika ada lonjakan harga Bapokting yang tidak wajar, masyarakat dapat melakukan pelaporan langsung ke Dinas Perdagangan Kota Samarinda. (Nik/Wan)












