Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
BusinessKukar

Harga Jual Sapi Ternak Naik Sebesar 10 Persen Jelang Idul Adha 1445 H

416
×

Harga Jual Sapi Ternak Naik Sebesar 10 Persen Jelang Idul Adha 1445 H

Sebarkan artikel ini
Usaha Pedagang Sapi di di Jalan Mangkuraja, Kecamatan Tenggarong, Kukar. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Harga jual sapi ternak di sejumlah pedagang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kenaikan sekitar 10 persen menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H. Kenaikan ini menjadi fenomena tahunan yang disebabkan adanya peningkatan jumlah permintaan konsumen.

Ditemui wartawan Timeskaltim.com, salah satu pedagang sapi dari Usaha Dagang (UD) Mandiri Jaya di Jalan Mangkuraja, Kecamatan Tenggarong, Dedi Irawan menjelaskan bahwa, lonjakan harga sapi setiap tahunnya memang cenderung naik menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Kenaikan harga jual sapi per ekor paling naik 10 persen dari harga jual awal, endak banyak tapi ya lumayan juga,” ujar Deni saat ditemui awak Timeskaltim.com, Senin (27/05/2024).

Awalnya, harga sapi dihitung berdasarkan berat sapi dengan harga per kilogram sebesar Rp58.000. Namun, menjelang hari raya, harga tersebut meningkat menjadi Rp70.000 per kilogram.

Kenaikan ini menyebabkan harga sapi yang semula sekitar Rp20 juta per ekor bisa naik hingga Rp22 juta atau Rp23 juta. Kini, untuk sapi jenis limosin, harganya bisa mencapai Rp40 juta hingga Rp45 juta tergantung pada besaran sapi tersebut.

“Kita mengambil sapi dari luar daerah, dari Kupang dan Sulawesi,” tambah Deni.

Ia juga menyebutkan, bahwa pasokan di peternakannya mengalami penurunan karena banyak pedagang yang juga menjual sapi di pinggir jalan. Pada tahun-tahun sebelumnya, UD Mandiri Jaya mampu menjual hingga 90 atau 100 ekor sapi yang berhasil terjual.

Harga sapi diperkirakan akan kembali normal satu atau dua bulan setelah Hari Raya Idul Adha.

Sementara itu, terkait pengecekan kesehatan sapi, Deni mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan dari dinas terkait.

“Biasanya pengecekan kesehatan dilakukan satu minggu sebelum lebaran,” terangnya. (Rob/Wan)