Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

H. Baba Ingatkan Sekolah Tak Jadikan Koperasi Sebagai Lahan Cari Untung

196
×

H. Baba Ingatkan Sekolah Tak Jadikan Koperasi Sebagai Lahan Cari Untung

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kaltim, H Baba. (Istimewa)

Timeskaltim.com, Kukar – Praktik penjualan seragam sekolah melalui koperasi yang kerap mematok harga tinggi dibanding harga pasar mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), H. Baba. Ia menilai, situasi ini harus menjadi perhatian serius agar koperasi tidak dijadikan sarana mencari keuntungan di atas beban orang tua murid.

H. Baba menegaskan, koperasi sekolah semestinya berperan sebagai solusi meringankan kebutuhan siswa, bukan malah membebani dengan harga seragam yang melambung tak wajar. Ia meminta agar segera dilakukan pengecekan integritas terhadap koperasi-koperasi yang terlibat dalam praktik tersebut.

“Kalau memang harganya di atas standar, sebaiknya tidak diambil kesempatan itu. Ini perlu perhatian kita semua agar sekolah tidak membiarkan koperasi mengambil untung berlebihan,” ujar H. Baba, pada Senin (04/08/2025).

Ia mengimbau pihak sekolah untuk tidak mewajibkan orang tua membeli seragam dari koperasi tertentu. Menurutnya, jika ada perbedaan harga signifikan, orang tua harus diberikan kebebasan memilih untuk membeli di luar sekolah.

“Misalnya harga seragam di koperasi Rp1.000.000, sementara di luar hanya Rp700.000, orang tua harus diberikan ruang untuk membeli di luar. Tidak boleh ada paksaan,” tegasnya.

Lebih jauh, H. Baba juga menyoroti pentingnya memeriksa kualitas bahan seragam yang dijual koperasi. Ia menyebut, perbedaan harga mungkin dapat dimaklumi jika memang kualitas kainnya lebih baik. Namun, hal itu harus didukung transparansi dan pertanggungjawaban yang jelas kepada para orang tua.

“Kalau ternyata bahan kainnya beda kualitasnya dengan yang di pasar, ya itu harus dijelaskan. Tapi jangan sampai kualitas biasa, harganya dinaikkan tanpa alasan yang bisa diterima,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua siswa, terutama yang baru memasuki jenjang sekolah, agar tetap tenang dan tidak terburu-buru menanggapi selisih harga seragam dengan asumsi negatif. Transparansi dari koperasi dan pihak sekolah dinilai menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman.

“Jangan mudah terprovokasi. Jika ada seragam yang harga Rp700.000 di luar sekolah, orang tua bisa menyampaikan kepada pihak sekolah untuk mempertimbangkan opsi itu,” tutupnya. (Adv/Rob/Bey)