Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DaerahDPRD KaltimSamarinda

Gelar Sosialiasi Wawasan Kebangsaan, Jahidin Tekankan Peran Orangtua kepada Anak untuk Menghargai Keberagaman

690
×

Gelar Sosialiasi Wawasan Kebangsaan, Jahidin Tekankan Peran Orangtua kepada Anak untuk Menghargai Keberagaman

Sebarkan artikel ini

Anggota DPRD Kaltim, Jahidin saat menyampaikan sambutan pada Sosbang, Rabu (20/12/23). (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Jahidin kembali melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) ke-12 di Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika Jalan Rumbia, RT 16, Kelurahan Sidomulyo, Kota Samarinda, pada Rabu (20/12/23).

Turut disertai oleh banyak masyarakat sekitar dan pengurus Rukun Tetangga RT serta narasumber Sari Marito Siregar dan Irwansyah.

Jahidin dalam sambutannya mengatakan, sosbang ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perbedaan yang beragam di Indonesia khususnya di lingkungan masyarakat sekitar. 

“Kegiatan ini sudah ada tercantum dalam Badan Musyawarah (Banmus) maka kita sebagai perwakilan rakyat harus melakukan sosialisasi ini agar bisa memperkuat penahaman masyarakat terkait keberagaman di sekitar kita” ujar Jahidin.

Selain itu, jahidin juga mengatakan pentingnya peran orang tua untuk paham akan rasa nasionalisme yang mana akan di ajarkan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

“Kita sebagai orang tua harus terlebih dahulu paham akan rasa nasionalisme untuk mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika, nantinya ini akan kita ajarkan ke anak-anak kita”, imbuhnya. 

Dilanjut Sari Marito Siregar mengatakan bahwa Indonesia ini sangat luas, banyak sekali keberagaman dari adat, suku, budaya, agama dan lain sebagainya, namun semua itu merupakan satu kesatuan yaitu Indonesia. 

“Kita tinggal di Indonesia yang memiliki banyak sekali keberagaman, nah dengan adanya sosialisasi ini semoga kita semua bisa saling memahami bagaimana cara kita bersikap sebagai warga negara yang menghargai 4 Pilar Kebangsaan” kata Sari.

Sari berharap dengan adanya pemahaman 4 pilar kebangsaan ini kepada masyarakat dapat menjadi pedoman untuk anak- anak mereka.

Dilanjut Irwansyah mengatakan bahwa sekarang menurunnya jiwa saling menghargai perbedaan terutama dalam suku dan bahasa, hal ini rentan ditemukan di kalangan anak-anak.

“Sekarang coba kita liat, banyak sekali anak-anak yang sering menjadikan bahasa dan budaya sebagai bahan ejekan”, kata Irwansyah saat menyampaikan materi.

Irwansyah juga berharap masyarakat sekitar khususnya tidak pernah membanggakan budaya ras atau agama sendiri dengan menjatuhkan budaya ras atau agama orang lain, sehingga tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. (Aji/ADV)