Timeskaltim.com, Kukar – Masih dalam momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-79 sekaligus memperingati 21 tahun berdirinya Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (IKAPAKARTI), acara Gebyar Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit digelar di Stadion Rondong Demang Tenggarong pada, Rabu (21/08/2024) malam.
Kutai Kartanegara (Kukar), yang dikenal sebagai wilayah kaya akan keragaman budaya, kembali menegaskan identitasnya sebagai pusat kebudayaan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan populasi yang heterogen, Kukar terus merajut keberagaman ini melalui berbagai event budaya, yang tak pernah lepas dari agenda tahunan.
Acara ini menyajikan pementasan tari-tarian daerah yang memukau mata para hadirin. Gerak gemulai para penari, dipadukan dengan iringan musik tradisional, menciptakan harmoni yang menyentuh hati dan membangkitkan rasa bangga akan warisan leluhur.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, melalui sambutannya yang dibacakan oleh Camat Tenggarong, Sukono, mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi yang kian deras.
“Kekayaan budaya kita semakin memudar oleh kurangnya upaya pelestarian budaya lokal,” ujar Sukono.
Ia menegaskan, bahwa masa depan bangsa terletak di tangan generasi muda, yang diharapkan dapat menjadi penerus dalam menjaga tongkat estafet kebudayaan ini.
Lebih lanjut, melalui kegiatan seperti Gebyar Budaya ini, Kukar berupaya mencegah kepunahan budaya yang menjadi identitas bangsa.
“Budaya lokal adalah identitas Indonesia, yang menjadi pembeda dari negara-negara lain,” tambahnya.
“Harapan besar agar acara ini dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan memperkenalkan budaya Tanah Jawi di bumi Kutai Kartanegar,” timpal Sukono.
Terakhir, Sukono bilang, acara ini diharap dapat menjadi pemicu bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal, agar warisan leluhur ini tidak hilang ditelan zaman.
“Gebyar Budaya ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah pernyataan bahwa budaya Indonesia, khususnya di Kukar , akan terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kegiatan Gebyar Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit akan berlangsung mulai 21 hingga 24 Agustus 2024 mendatang, dengan menampilkan beberapa kebudayaan yang menarik. (Rob/Wan)










