Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Firnadi Ikhsan, mendorong agar pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi fokus utama, dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltim periode 2025-2029.
Firnadi sapaan akrabnya juga menyampaikan, UMKM merupakan fondasi penting bagi perekonomian daerah, yang telah terbukti mampu bertahan di tengah berbagai krisis, termasuk saat pandemi COVID-19 melanda.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan bahwa pandemi global menjadi bukti nyata, bahwa UMKM adalah sektor yang paling tangguh, bahkan ketika banyak perusahaan besar mengalami penurunan signifikan.
Atas dasar itu, Firnadi menilai bahwa RPJMD ke depan harus memberi perhatian serius pada penguatan UMKM secara komprehensif.
“Dukungan yang diperlukan meliputi aspek pembiayaan, pelatihan, serta pengembangan digitalisasi bisnis,” ujarnya, pada Selasa (10/6/2025)
“UMKM telah menunjukkan ketahanannya selama pandemi. Kini, sudah saatnya kita bantu mereka untuk tumbuh dan berkembang ke level yang lebih tinggi,” sambung dia.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan sektor UMKM tidak boleh dilakukan secara sporadis atau hanya sebatas simbolik.
Sehingga diperlukan langkah nyata dengan dukungan anggaran yang cukup, agar pelaku UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan, modern, dan berbasis teknologi.
Ia bangkan menegaskan bahwa dalam Rapat Paripurna ke-16 DPRD Kaltim baru-baru ini, Fraksi PKS secara khusus mengusulkan agar RPJMD 2025-2029 dapat mengalokasikan dana yang lebih besar dan terfokus untuk sektor UMKM.
Alokasi anggaran ini diharapkan dapat digunakan untuk pelatihan pelaku UMKM, penguatan kelembagaan, pemberian akses permodalan dengan bunga ringan, serta pendampingan proses digitalisasi hingga ke tingkat desa.
“Sudah saatnya UMKM dipandang sebagai motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar pelengkap. Kita harus dorong UMKM agar bisa naik kelas,” pungkasnya. (Adv/Has/Bey)












