Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Farmasi Unmul Sumpah 81 Apoteker Baru, Siap Jadi Pilar Kefarmasian Daerah

468
×

Farmasi Unmul Sumpah 81 Apoteker Baru, Siap Jadi Pilar Kefarmasian Daerah

Sebarkan artikel ini
Kegiatan sesi foto bersama usai pelaksanaan sumpah apoteker Farmasi Unmul. (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda – Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) kembali melahirkan tenaga kefarmasian baru. Sebanyak 81 apoteker lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) resmi mengucap sumpah profesi dalam sebuah seremoni khidmat yang digelar pada Kamis (17/4/2025).

Prosesi sumpah yang berlangsung penuh haru ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin. Dalam sambutannya, dr. Jaya menekankan pentingnya keberadaan apoteker dalam memperkuat sistem layanan kesehatan di daerah.

“Selamat kepada para apoteker yang telah disumpah. Ini bukan hanya capaian pribadi, tapi juga langkah awal dalam kontribusi nyata untuk pelayanan kesehatan di Kaltim,” ujar dr. Jaya Mualimin.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan distribusi tenaga kesehatan, khususnya apoteker, di daerah-daerah terpencil. Kehadiran lulusan baru diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut.

“Profesi apoteker sangat krusial dalam menjamin penggunaan obat yang tepat, aman, dan rasional. Peran mereka bukan sekadar di balik meja apotek, tapi juga sebagai mitra dalam edukasi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Lebih jauh, dr. Jaya juga mendorong para apoteker untuk tidak berhenti belajar dan berinovasi.

“Teruslah mengembangkan kompetensi dan jadilah bagian dari perubahan positif dalam sistem kesehatan nasional, khususnya di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Caecilia Sirengke, salah satu apoteker muda yang turut disumpah hari ini, membagikan pengalamannya dengan mata berbinar dan suara bergetar karena haru.

Perjalanan panjangnya menempuh pendidikan sarjana selama empat tahun, dilanjutkan satu setengah tahun masa profesi, bukanlah hal mudah.

Ia mengaku harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beban akademik, tekanan mental, hingga kerinduan akan keluarga.

“Bagi saya, menjadi apoteker adalah mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud hari ini. Banyak hal yang harus dikorbankan. Tetapi semuanya terbayar saat nama saya dipanggil dan saya mengucap sumpah profesi,” terangnya dengan penuh rasa bangga.

Perempuan yang akrab disapa Cici itu juga berharap, selurug rekan sejawatnya bisa memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Ke depan, ia berkomitmen untuk mengabdikan ilmunya dimanapun ia berada. Ia percaya bahwa apoteker bisa berperan lebih dari sekadar meracik obat.

“Kita harus hadir di tengah masyarakat, jadi sumber informasi yang benar soal obat dan kesehatan. Semoga teman sejawat yang dilantik hari ini juga bisa menjadi pilar kesehatan dan berguna bagi bangsa dan negara,” tutupnya penuh semangat.

Upacara sumpah ini menjadi momentum penting yang menandai awal pengabdian para apoteker baru.

Dengan semangat profesionalisme dan dedikasi, mereka diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas di Kalimantan Timur. (Bey)