Timeskaltim.com, Kukar – Lembaga Adat Desa Jembayan sukses menggelar Erau 2 Pemarangan, dengan tema “Kota Raja Tuha Saksi Bisu Sejarah Kutai”, di Lapangan Voli SMPN 2 Kecamatan Loa Kulu, pada Rabu (04/12/2024).
Helatan ini berlangsung mulai 4 hingga 8 Desember 2024 dan diisi dengan berbagai penampilan kebudayaan serta perlombaan tradisional khas Kutai.
Ketua Panitia Erau 2 Pemarangan, Sopyan, yang juga merupakan Kepala Adat Desa Jembayan, menjelaskan bahwa Erau yang dilaksanakan di desa ini berbeda dengan Era yang digelar di Kota Tenggarong.
“Kalau di Tenggarong, Erau diselenggarakan oleh pihak Kesultanan. Kalo di Desa, Erau ini dilaksanakan oleh kepala adat setempat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, alasan penamaan Erau 2 dikarenakan, pada tahun 2023, pihaknya sudah melaksanakan Erau pertama.
Erau yang digelar di Desa Jembayan bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah, bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat Kerajaan Kutai Kartanegara (Kukar) sebelum akhirnya berpindah ke Tenggarong.
“Kegiatan ini adalah momentum untuk berkumpul dan bersilaturahmi sesama makhluk. Dalam konteks desa, Erau juga dikenal sebagai kegiatan bersih desa yang memiliki nilai gotong royong,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sopyan menerangkan, dalam prosesi Erau ini terdapat dua rangkaian, yang pertama adalah menjamu benua, sebuah ritual adat yang telah dilaksanakan pada Oktober 2024 lalu.
Namun, acara puncak yang seharusnya dilakukan pada bulan yang sama terpaksa diundur hingga Desember, karena pada masa itu masih dalam momen Pilkada.
“Adat itu sifatnya independen, jadi kami ingin menjaga kesucian tradisi ini dari hal-hal yang berbau politik,” tegas Sopyan.
Dengan kegiatan ini, kata dia, perekonomian masyarakat dapat meningkatkan. Produk-produk olahan warga setempat ditampilkan dan dijual selama acara, memberikan kesempatan bagi warga untuk memamerkan hasil kreativitas mereka.
“Kegiatan ini tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memperkuat simbol kebersamaan sekaligus pengingat akan kejayaan masa lalu kerajaan Kutai,” pungkasnya. (Rob/Bey)










