Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Driver Nilai Penertiban Terminal Bayangan Harus Dibayar Solusi Nyata dari Pemerintah

179
×

Driver Nilai Penertiban Terminal Bayangan Harus Dibayar Solusi Nyata dari Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Situasi saat petugas gabungan melakukan penertiban pada kendaraan yang parkir di area terlarang. (Hasbi/ Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Penertiban terminal bayangan yang dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kaltim, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, dan Satlantas Polres Samarinda menuai tanggapan dari para sopir angkutan.

Salah satunya datang dari Mistoadi, seorang driver yang sehari-hari mencari nafkah dikawasan tersebut.

Mistoadi menilai keberadaan terminal bayangan tidak bisa sepenuhnya disalahkan kepada sopir. Menurutnya, fenomena ini muncul karena dorongan kebutuhan masyarakat.

“Bukan salah sopir sebenarnya, ini karena kemauan kebanyakan masyarakat. Mereka lebih condong memilih naik dari pangkalan terdekat ketimbang harus ke terminal,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).

Mistoadi menambahkan, kondisi terminal resmi saat ini dianggap belum memadai, sehingga masyarakat lebih nyaman menggunakan titik-titik singgah yang dianggap praktis.

“Kalau dari kota langsung ke sinikan cuma sekali. Sementara kalau lewat terminal harus dua kali. Jadi wajar masyarakat lebih pilih pangkalan. Terminal bayangan ini bukan hanya di Samarinda, di seluruh Indonesia pasti ada terminal bayangan,” ungkapnya.

Mistoadi juga mengeluhkan biaya operasional angkutan yang semakin membengkak, sementara potensi penumpang dari terminal tidak sebanding. Hal inilah yang membuat sopir lebih banyak mangkal dilokasi yang dianggap strategis.

Mistoadi juga berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga menghadirkan solusi yang berpihak kepada pengguna jasa maupun penyedia jasa transportasi.

“Kalau memang mau ditertibkan, harapan kami ada solusi yang tepat. Pelayanan publik harus dimaksimalkan supaya masyarakat merasa nyaman naik di terminal resmi, bukan di sembarang tempat,” katanya.

Diakhir, ia menyebutkan keamanan dan fasilitas terminal resmi masih kurang. Pasalnya banyak masyarakat enggan menitipkan kendaraan di terminal karena rawan kehilangan.

“Kalau di terminal, sering terjadi kehilangan motor. Harus ada fasilitas penitipan yang aman dulu, baru masyarakat mau ke terminal,” tutupnya. (Has/Bey)