Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

DPRD Samarinda Terima Kunker DPRD Soppeng, Beberkan Tips Turunkan Miskin Ekstrem

270
×

DPRD Samarinda Terima Kunker DPRD Soppeng, Beberkan Tips Turunkan Miskin Ekstrem

Sebarkan artikel ini

DPRD Samarinda bersama DPRD Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menerima kunjungan kerja (kunker) dari DPRD Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan di ruang rapat lantai I, Kantor DPRD Kota Samarinda, pada Selasa (7/5/2024).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain menyebutkan tujuan kedatangan para anggota dewan Soppeng tersebut untuk mengetahui tips guna menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Samarinda melalui peran DPRD.

Sani menjelaskan, bahwa penurunan kemiskinan ekstrem di Kota Tepian merupakan hasil kerja sama yang berkesinambungan antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Kita turun 30 persen kemiskinan ekstrem nya dari 9010 jiwa menjadi 6000 jiwa, standar pendapatan agar terlepas dari kemiskinan ekstrem adalah 250 ribu per bulan, kita turun 30 persen,” jelasnya, Selasa (7/5/2024).

Politikus asal PKS itu juga membeberkan tips menurunkan kemiskinan ekstrem, diantaranya melalui program Probebaya yang digagas oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi Wongso.

Di mana peran Probebaya sangat membantu masyarakat di lingkup RT dan menjangkau langsung keluarga terdampak kemiskinan ekstrem.

“Jadi masyarakat tingkat RT dilakukan pembinaan berupa pelatihan keterampilan yang dapat meningkatkan ekonomi mereka secara mandiri,” ungkap Sani.

Selanjutnya, melalui program kredit Bertuah. Program tersebut juga program yang dicanangkan Pemerintah Kota Samarinda untuk membantu para pelaku UMKM dalam mendapatkan modal usaha tanpa bunga.

“Ada pinjaman modal tanpa anggunan atau tanpa bunga namanya Kredit Bertuah,” kata Sani.

Terakhir, adanya subsidi yang diberikan pemerintah seperti bantuan sembako dan air bersih untuk keluarga terdampak miskin ekstrem untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Adanya subsidi pemberian sembako kepada keluarga miskin ekstrem ini, ada juga subsidi air sekian kubik untuk mereka. itulah yang menjadi faktor penurunan,” tandasnya. (Bey)