Timeskaltim.com, Kutim – Dalam upaya pemerataan pembangunan infrastruktur jalan, DPRD Kutai Timur mendukung pengerjaan jalan yang dilakukan secara bertahap dan terpecah. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menghindari ketidakpuasan dan potensi konflik antar warga di berbagai gang.
“Terkait masalah pembangunan infrastruktur jalan di lapangan, misalnya dalam satu jalan itu panjangnya 1 km tapi hanya dikerjakan setengah kilometer saja,” kata Jimmi. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa lebih banyak gang mendapatkan perhatian dalam pembangunan infrastruktur.
“Ini salah satu langkah untuk memecah lokasi sehingga gang 1 dan gang yang lain bisa mendapatkan pemerataan jalan,” tambahnya. Jimmi menekankan bahwa jika satu gang dituntaskan sepenuhnya sementara yang lain tidak, hal itu dapat menimbulkan rasa iri dan perdebatan antar warga. “Jika satu dituntaskan secara keseluruhan, nanti gang di sebelahnya akan iri dan ada perdebatan. Diskriminasi seperti itu yang kita hindari.”
Keputusan untuk melakukan pembangunan jalan secara bertahap dan terpecah ini didasarkan pada kebutuhan untuk menunjukkan hasil yang nyata, meskipun skala pekerjaan kecil. “Itulah kenapa penuntasannya baru setengah-setengah. Meski belum tahu kapan bisa diselesaikan keseluruhannya, tetapi dengan pendekatan kecil-kecil ini, hasilnya bisa kelihatan,” jelas Jimmi.
DPRD Kutim mendukung strategi ini dengan keyakinan bahwa pemerataan pembangunan adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dan kepuasan di masyarakat. “Kami DPRD merasa setuju dengan pemecahan pekerjaan kecil-kecil itu supaya pembangunan itu bisa merata,” tegasnya.
Namun, Jimmi juga menyadari tantangan yang dihadapi dalam menyelesaikan proyek jalan ini. “Meskipun tuntasnya baru setengah-setengah dan belum tahu kapan bisa diselesaikan keseluruhannya, langkah ini penting untuk memastikan bahwa semua gang mendapatkan perhatian yang adil,” katanya.
Pendekatan ini, meskipun terlihat seperti solusi sementara, diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang dalam pemerataan pembangunan infrastruktur di Kutai Timur. Dengan strategi ini, pemerintah daerah berharap dapat menunjukkan komitmennya untuk membangun infrastruktur yang merata dan adil bagi seluruh warga Kutai Timur.(SH/ADV)












