Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

DPRD Kutim Desak Keputusan Terkait Status STIPER dan STAIS

762
×

DPRD Kutim Desak Keputusan Terkait Status STIPER dan STAIS

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.
Anggota DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.

Timeskaltim.com, Kutim – Status Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (STAIS) yang belum jelas menjadi sorotan utama dalam diskusi di DPRD Kabupaten Kutai Timur. Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, dengan tegas mendesak pemerintah daerah untuk segera memutuskan nasib kedua institusi pendidikan tersebut.

Novel menekankan bahwa keputusan yang tegas dan jelas terkait status STIPER dan STAIS sangat penting untuk diambil demi masa depan pendidikan di Kutai Timur. Ia menyoroti pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap kedua kampus tersebut.

“Lebih bagus kita putuskan hari ini, sudahlah putuskan dengan tegas ini status STIPER mau dijadikan apa. Yang pasti Kutai Timur tidak akan tutup mata, tidak akan tinggalkan,” tegas Novel.

Ia juga menyatakan bahwa pendidikan tinggi merupakan hak yang harus dijamin oleh pemerintah, termasuk dukungan dalam bentuk biaya pendidikan. Menurutnya, ada banyak solusi yang bisa diambil untuk memastikan mahasiswa tidak terbebani biaya pendidikan.

“Ini kan terkait misalnya bagaimana dengan kasih gratis tidak untuk anak-anak mahasiswa. Kalau memang tidak, kan kita bisa carikan solusi, kita kasih beasiswa mereka. Apa yang sulit, semua ada jalannya lah, kalau niat kita ini mau baik,” tambah Novel.

Novel mengingatkan bahwa subsidi pendidikan tinggi adalah investasi jangka panjang yang akan menguntungkan daerah. Dengan memberikan dukungan penuh, pemerintah tidak hanya membantu mahasiswa saat ini, tetapi juga memastikan adanya generasi yang lebih terdidik dan mampu berkontribusi lebih baik untuk pembangunan Kutai Timur.

Menurutnya, kejelasan status STIPER dan STAIS sangat penting untuk menghindari keraguan dan ketidakpastian yang selama ini membayangi kedua institusi tersebut. Dengan adanya keputusan yang jelas, diharapkan tidak ada lagi beban pikiran bagi pemerintah daerah terkait pengelolaan dan pendanaan kampus.

“Dengan status yang jelas, tidak akan ada lagi beban pikiran bagi kita. Jika memang ada regulasi yang memungkinkan, kenapa tidak kita bantu secara penuh?” kata Novel.

Novel juga menekankan bahwa pemerintah daerah siap mencari solusi terbaik untuk mendukung pendidikan tinggi di Kutai Timur. Ini termasuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan, memastikan tidak ada anak Kutai Timur yang terhambat pendidikannya karena masalah biaya.

“DPRD Kutim siap untuk mendukung penuh, termasuk dengan pemberian beasiswa. Yang penting, kita harus segera memutuskan dan bertindak dengan tegas,” tutup Novel, berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan masalah ini.

Dengan desakan ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dapat segera memutuskan status STIPER dan STAIS, memastikan kedua institusi tersebut dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (SH/ADV)