Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

DPRD Kutai Timur Fokus Tingkatkan Infrastruktur Pendidikan di Pelosok

624
×

DPRD Kutai Timur Fokus Tingkatkan Infrastruktur Pendidikan di Pelosok

Sebarkan artikel ini

Timeskaltim.com, Kutim – Meskipun pembangunan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Kutai Timur telah berjalan dengan baik dalam beberapa tahun terakhir, Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, mengakui masih ada kekurangan terutama di wilayah pelosok. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur pendidikan di daerah terpencil menjadi prioritas utama ke depan.

“Kami melihat infrastruktur pendidikan di kota Sangatta sudah cukup memadai, yang perlu ditingkatkan itu di pelosok,” kata Joni usai upacara Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei di halaman Kantor Bupati Kutim.

Joni menjelaskan bahwa kekurangan fasilitas di sekolah-sekolah pelosok, terutama ruang belajar, diharapkan dapat teratasi dengan anggaran APBD murni tahun 2024.

“Tinggal kita ke pelosok-pelosok saja lagi yang masih ada kekurangan, tapi dalam waktu dekat mungkin ini ada pembangunan anggaran murni insyaallah bisa tercover semua. Yang jelas ruang belajarnya itu yang kita prioritaskan. Alhamdulillah itu semua sudah dengan berjalannya dengan adanya kegiatan murni 2024 ini mungkin nanti bulan 6 sampai sekian, insyaallah kekurangan lokal-lokal belajar insyaallah terpenuhi,” ungkap Joni.

Joni berharap dengan alokasi anggaran yang tepat dan fokus pada pembangunan infrastruktur pendidikan di pelosok, semua kekurangan yang ada dapat diatasi. Ia menekankan pentingnya ruang belajar yang memadai untuk menunjang proses pendidikan yang berkualitas di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.

Pembangunan infrastruktur pendidikan yang merata diharapkan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara fasilitas pendidikan di kota dan di pelosok.

DPRD Kutai Timur bersama Pemkab Kutim berkomitmen untuk terus memperhatikan dan menyelesaikan permasalahan infrastruktur pendidikan ini agar seluruh anak di Kutai Timur mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas. (SH/ADV)