Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

DPRD Kaltim Siap Kawal Tuntutan Mahasiswa, Termasuk soal Tunjangan DPR

262
×

DPRD Kaltim Siap Kawal Tuntutan Mahasiswa, Termasuk soal Tunjangan DPR

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas'ud, saat bertemu dengan masa aksi di depan Kantor DPRD Kaltim. (Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda — Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda yang tergabung dalam Aliansi Mahakam menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, pada Senin (1/9/2025).

Untuk di Ketahui bahwa dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan. Mulai dari penolakan terhadap RUU KUHP, desakan penghapusan tunjangan mewah DPR, hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), serta RUU Masyarakat Adat.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, serta pemerataan akses pendidikan di daerah 3T. Menolak pemutihan dosa pemerintah, mendesak pencabutan berbagai undang-undang yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, serta menuntut dihentikannya tindakan represif terhadap gerakan masyarakat.

Tuntutan lain yang digaungkan adalah lahirnya kebijakan yang benar-benar pro terhadap rakyat, penghentian praktik oligarki politik, penegakan supremasi hukum, dan penghentian kejahatan ekologis yang merusak lingkungan, termasuk aktivitas pertambangan yang tidak terkendali.

Aksi yang berlangsung sejak siang hari itu turut memaksa Ketua DPRD, Hasanuddin Mas’ud, Wakil Ketua II, Ekti Imanuel, dan sejumlah anggota lainnya keluar menemui dan mendengarkan aspirasi masa aksi.

Situasi demo di depan DPRD Kaltim (Hasbi/Times Kaltim)
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, saat bertemu dengan masa aksi di depan Kantor DPRD Kaltim. (Hasbi/Times Kaltim)

Dihadapan demonstran, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa DPRD Kaltim siap mengawal setiap aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa.

“Tenang rekan-rekan semua. Daerah siap memperjuangkan masyarakat dan mahasiswa,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pernyataan DPRD bukan sebatas janji, melainkan komitmen nyata sebagai wakil rakyat.
“Kita memperjuangkan permintaan masyarakat dan tuntutan mahasiswa. Ini bukan omong kosong, tetapi bukti nyata,” tegas Hasanuddin.

Selain itu ia juga berpesan agar masa aksi tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum.

“Sampaikan aspirasi bapak-ibu semua dengan damai, tenang, dan tidak anarkis. Apa yang menjadi tuntutan bapak ibu akan kami tindaklanjuti, kami tadi sudah melaksanakan rapat terbatas untuk segera membahas aspirasi bapak-ibu semua,” tandasnya. (Has/Bey)