Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kaltim

DPRD Kaltim Siap Kawal Pemekaran Kabupaten Sangkulirang

286
×

DPRD Kaltim Siap Kawal Pemekaran Kabupaten Sangkulirang

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Hasbi/Times Kaltim).

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Agusriansyah Ridwan, memastikan DPRD Kaltim akan terus mengawal aspirasi pembentukan Kabupaten Sangkulirang sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait.

Politisi PKS itu juga berharap dukungan penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, tokoh masyarakat, hingga anggota DPR RI.

Kata dia, selain Kabupaten Sangkulirang, Kaltim juga mengajukan sejumlah calon DOB lain, di antaranya Kutai Utara, Kutai Tengah, Kutai Pesisir, Pasir Selatan, Berau Pesisir Selatan, Benua Raya, dan Kota Samarinda Baru.

“Seluruh usulan ini telah melalui proses penyampaian aspirasi masyarakat dan kajian awal oleh tim pemekaran daerah di masing-masing wilayah kepada DPD RI,” ujarnya kepada awak media, pada Senin (11/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa persyaratan administratif untuk pembentukan DOB Sangkulirang dinilai telah terpenuhi.

Luas wilayah minimal yang ditetapkan untuk membentuk daerah persiapan kabupaten baru adalah 6.202,51 kilometer persegi, sementara gabungan lima kecamatan yang diusulkan mencapai 10.502,82 kilometer persegi.

“Dari sisi jumlah penduduk, standar minimal 143.581 jiwa juga telah terlampaui, bahkan mengalami peningkatan setiap tahun,” timpalnya.

Lebih lanjut, Kecamatan Sangkulirang, kata dia, telah memiliki luas sekitar 1.630,38 kilometer persegi, dengan lanskap yang mencakup hutan mangrove, kawasan karst dengan tebing batu kapur terjal, delta Sungai Karangan, dan Teluk Sangkulirang.

“Wilayah ini juga menyimpan potensi geowisata besar, termasuk kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat seluas 105.000 hektare yang pernah dinominasikan sebagai situs warisan dunia UNESCO,” ujanrya.

Diakhir ia menegasjan bahwa mulai dari potensi perikanan, pertanian, dan pariwisata pesisir menjadi modal kuat bagi daerah ini untuk berkembang menjadi kabupaten mandiri. (Adv/Has/Bey)