Timeskaltim.com, Samarinda – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, menyampaikan keprihatinannya atas insiden kebakaran yang terjadi di RSUD Abdoel Wahab Syahranie (AWS) Samarinda, pada Selasa dini hari (29/7/2025).
Kepada awak media, ia menyampaikan bahwa kebakaran tersebut harus menjadi alarm penting, bagi manajemen rumah sakit untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait sistem mekanikal dan elektrikal bangunan.
“Kami menemukan ada dua ruangan yang terdampak kebakaran. Komisi IV meminta pihak manajemen RS melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Samarinda mengalami sejumlah peristiwa kebakaran, termasuk di pusat perbelanjaan.
Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan, terlebih di fasilitas vital seperti RSUD AWS yang menjadi rumah sakit rujukan regional.
Sementara itu terkait kerugian, manajemen rumah sakit masih melakukan pendataan. Kata dia, berdasarkan laporan sementara, ruangan yang terbakar adalah ruang rapat yang tidak digunakan untuk pelayanan pasien, oleh karena itu layanan poliklinik tetap berjalan normal.
“Setelah police line dibuka, seluruh aktivitas pelayanan akan kembali pulih. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun kita masih menunggu hasil resmi dari pihak damkar dan kepolisian,” jelasnya.
Selain menyoroti insiden kebakaran, Komisi IV DPRD Kaltim, menurutnya juga melakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit.
Terutama terkait keluhan masyarakat mengenai lamanya waktu tunggu pendaftaran, pemeriksaan dokter, hingga pengambilan obat di farmasi.
Sehingga menurut Politisi Partai Golkar itu sebagai sebuah solusi, pihak RSUD AWS telah berencana melakukan kerja sama dengan jasa kurir J&T, untuk mengantarkan obat langsung ke rumah pasien.
“Inovasi ini patut diapresiasi karena dapat mempercepat pelayanan sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien,” pungkasnya. (Adv/Has,Bey)












